MALANG KOTA – Pemkot Malang menyiapkan berbagai skenario mengantisipasi lonjakan masa yang memicu ledakan parkir di Alun-Alun Merdeka selama Ramadan. Salah satunya, memindahkan seluruh PKL alun-alun ke Jalan Merdeka Selatan, lalu ruas jalan ditutup permanen. Skenario tersebut dijalankan ketika dua opsi lain tidak efektif.
Kemarin (21/2), PKL yang sebelumnya jualan di alun-alun mulai dipindahkan ke ruas Jalan Merdeka Selatan. Pemindahan tersebut sesuai keputusan rapat Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ). Uji coba dilakukan dua kali, yakni 21 Februari dan 28 Februari depan, semuanya merupakan hari Sabtu.
Setelah uji coba itu, baru akan diputuskan penataan PKL di Jalan Merdeka Selatan dilanjutkan atau tidak. Setidaknya ada beberapa penilaian dalam uji coba. Yaitu ketertiban dan kebersihan PKL, serta dampaknya terhadap arus lalu lintas di Jalan Merdeka Selatan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Salem Putra memaparkan, PKL dipusatkan di depan Kantor Pos Malang, kemudian parkir pengunjung menempel di alun-alun.
"Perubahan ini mempertimbangkan saran dari forum," terangnya.
Sesuai arahan wali kota dan hasil keputusan rapat, dia melanjutkan, penataan sejak pukul 16.00 sampai pukul 22.00.
"Jam empat sore PKL mulai bergerak, bukan mulai berjualan. Karena kami juga harus memikirkan pekerja yang berdinas di Kantor Pos dan KPPN," ungkapnya.
Jaya menambahkan, pemindahan PKL ke ruas jalan merdeka diikuti rekayasa lalu lintas (lalin). Rencananya, kendaraan roda dua maupun roda empat dilarang melintas jalan merdeka selatan. Hal ini untuk menghindari kecelakaan lalu lintas antara pengendara dan pengunjung.
Skenario lainnya, dia mengatakan, kendaraan boleh melintas asalkan kecepatan dikurangi.
"Kami akan evaluasi saat uji coba, ada tiga skenario yang disepakati. Ketika kendaraan membahayakan pengunjung, Merdeka Selatan dibuka khusus kendaraan roda atau bisa juga ditutup permanen untuk seluruh kendaraan," jelas Jaya.
Di tempat terpisah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, penataan ini merupakan skenario jangka pendek. Ke depan, pihaknya parkir maupun PKL dipusatkan di satu titik.
”Misalnya menggunakan Kawasan Splendid untuk menampung PKL dan parkir,” terangnya.(adk/dan)
Baca Juga: Lingua Franca: Soblukan
Disunting ulang oleh Marsha Nathaniela
Editor : Aditya Novrian