Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Akademisi Tak Setuju Penutupan Ruas Jalan Merdeka Selatan

Aditya Novrian • Minggu, 22 Februari 2026 | 11:50 WIB

 

Ilustrasi penutupan ruas jalan. (Freepik).
Ilustrasi penutupan ruas jalan. (Freepik).

MALANG KOTA – Skenario penutupan ruas Jalan Merdeka Selatan karena menjadi pusat PKL Alun-Alun Merdeka menuai penolakan dari akademisi. Penolakan disampaikan saat rapat koordinasi bersama forum lalu lintas Kota Malang.

Kepala Laboratorium Transportasi dan Penginderaan Jauh Universitas Brawijaya (UB) Hendi Bowo Putro mengungkap, seluruh akademisi yang tergabung dalam FLLAJ tidak sepakat penutupan ruas Jalan Merdeka Selatan.

”Jalan itu merupakan milik masyarakat umum. Bukan PKL atau pengunjung,” kata dia.

Hendi menyarankan agar parkir dipusatkan ke jalan merdeka barat, sedangkan PKL di Jalan Merdeka Selatan.

"Karena tempat ibadah juga membutuhkan parkir. Kalau menurut saya sekalian saja di Merdeka Barat yang dipakai parkir," ucapnya.

 Dengan demikian, dia melanjutkan, merdeka selatan tetap bisa dilintasi kendaraan. Menurut Hendi, penataan parkir maupun PKL harus mempertimbangkan estetika alun-alun merdeka.

”Saya berharap Alun-Alun Merdeka yang baru ini tetap Mbois. Jangan sampai ada PKL malah terlihat kumuh," pungkas Hendi.

Seperti diberitakan, skenario penutupan ruas jalan merdeka selatan bertujuan mengantisipasi ledakan pengunjung yang berpotensi memicu ledakan parkir di Alun-Alun Merdeka. Sebenarnya ada tiga skenario yang disiapkan untuk mengiringi pemindahan PKL ke ruas Jalan Merdeka Selatan. Selain penutupan, skenario lain adalah membatasi hanya kendaraan roda dua saja yang boleh melintas. Juga ada skenario tetap dibuka seperti biasanya asalkan tidak membahayakan, misalnya pengendara menabrak lapak PKL.(adk/dan)

 Baca Juga: Penambahan Halte di Kawasan Soehat Jadi Opsi, Wujudkan Transportasi Lebih Tertib

Disunting ulang oleh Marsha Nathaniela

Editor : Aditya Novrian
#Alun Alun Merdeka #PKL