Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

REI: Soehat Masa Depan Berpotensi Sedot Wisatawan

Mahmudan • Rabu, 25 Februari 2026 | 09:27 WIB

STRATEGIS: Perkantoran, tempat usaha, hingga perguruan tinggi sudah berdiri di Jalan Soekarno- Hatta. Kawasan ini akan ditata menjadi kota masa depan.
STRATEGIS: Perkantoran, tempat usaha, hingga perguruan tinggi sudah berdiri di Jalan Soekarno- Hatta. Kawasan ini akan ditata menjadi kota masa depan.

MALANG KOTA – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengubah kawasan Soekarno-Hatta (Soehat) menjadi kota masa depan mendapat respons positif dari pengusaha, khusus developer. Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur menilai penataan kawasan Soehat berpotensi menyedot kunjungan wisatawan.

Wakil Ketua Bidang Perbankan DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Timur Suwoko memaparkan, wisatawan yang berpotensi tersedot tidak hanya dari Kota Malang, tapi juga luar daerah. ”Semakin banyak wisatawan, sektor lain akan terkerek, termasuk penjualan hunian,” terang Suwoko yang juga developer itu.

Mengenai pengembangan perumahan, dia menilai kawasan Soehat sudah padat. Oleh karena itu, pengembangan kawasan akan merembet ke sekitarnya, termasuk Karangploso, Kabupaten Malang. ”Sekarang di sekitar Tunggulwulung juga sudah penuh. Mungkin nantinya mengarah ke kawasan Karangploso,” kata mantan Ketua REI Komisariat Malang Raya itu.

Dukungan juga disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Malang Djoko Prihatin. Anggota DPRD Kota Malang itu menyebut banyak potensi di kawasan soehat. Salah satunya, Soehat sebagai center of gravity, terutama bagi kalangan mahasiswa. Hal itu karena posisi kawasan Soehat berada di lingkar kampus.

”Di sana (Soehat) tidak sekadar tempat nongkrong. Banyak mahasiswa yang memilih Soehat sebagai tempat tinggal,” kata dia.

Terkait teknis penataan, Djoko menyarankan pemkot berkonsultasi dengan akademisi. Tujuannya untuk mendapatkan masukan, agar penataan berdampak maksimal. "Berkaca dari daerah lain seperti Bandung, di sana ada kawasan Sky Walk Teras Cihampelas," ucapnya.

Secara desain, dia melanjutkan, Sky Walk Teras Cihampelas sebenarnya memiliki konsep yang bagus yakni jalan pedestrian layang dengan fasilitas ruang terbuka hijau (RTH), zona tematik, hingga akses untuk disabilitas. Namun dalam perkembangannya juga menjadi tempat untuk kegiatan negatif. Salah satunya perbuatan asusila yang viral di media sosial (medsos).

Selain itu, beberapa fasilitas yang awalnya terawat, kini banyak coretan dan rusak. Menurut dia, hal itu perlu diantisipasi oleh pemkot. "Sebelum (penataan Soehat) direalisasikan, pemkot perlu study banding ke Kota Bandung," tegas lelaki yang juga owner Richdjoe Barbershop tersebut. (mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#REI #malang #Pemkot #soehat