MALANG KOTA - Semarak Ramadan turut dirasakan para disabilitas netra di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN). Mereka diajak beribadah bersama sampai mengikuti kompetisi. Khusus kompetisi digelar mulai Ramadan hari pertama sampai kemarin (26/2).
Kasi Pelayanan Sosial UPT RSBN Malang Farida Irawati mengatakan, ada berbagai kompetisi dan kegiatan yang digelar saat Ramadan.
"Mulai azan, murotal, musik patrol, dan banyak lainnya. Pekan ini jadi waktu terakhir kompetisi karena pada 6 Maret depan mereka sudah dipulangkan ke asal masing-masing untuk berlebaran," terang dia.
Beberapa kegiatan diikuti 105 disabilitas netra yang menjadi penerima manfaat di RSBN Malang.
"Meliputi 70 laki-laki dan 35 perempuan," terang Farida. Selain kompetisi keagamaan, dia melanjutkan, mereka biasanya mendapat keterampilan. Antara lain cara mandi, cara makan, hingga latihan mengenali uang.
Husni Mubarok, salah seorang disabilitas netra di UPT RSBN Malang menyampaikan, pada momentum Ramadan kali ini dia berpartisipasi dalam kompetisi pekan tilawatil Al-Quran sensorik netra. Dalam kompetisi tersebut, lelaki asal Jember itu harus membaca ayat suci Al-Quran yang ditentukan dengan tepat. Baik secara huruf, tajwid, hingga ketepatan membaca.
"Kebetulan saya sudah bisa ngaji sejak 2019. Saya belajar mengaji di rumah, tapi dikembangkan di sini," ungkap laki-laki 22 tahun asal Jember tersebut. Menurut dia, ada tantangan dalam mengikuti pekan tilawatil Al-Quran. Sebab ada perbedaan dalam membaca huruf latin dengan huruf braille. (mel/dan)
Editor : A. Nugroho