Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dana Mengalami Penyusutan, 2025 Pemkot Perbaiki 39 Sekolah, Tahun Ini Hanya 5 Tempat

Aditya Novrian • Senin, 2 Maret 2026 | 14:15 WIB

grafis laporan kerusakan.
grafis laporan kerusakan.

MALANG KOTA – Anggaran Pemkot Malang untuk memperbaiki sekolah-sekolah rusak tahun ini turun drastis. Hanya ada lima sekolah yang mendapat jatah perbaikan.

Tahun 2025 lalu, Pemkot Malang melakukan perbaikan di 39 sekolah yang mengalami kerusakan. Terdiri dari 35 SD dan 4 SMP. Anggaran yang disiapkan saat itu mencapai Rp 5 miliar. Bersumber dari APBD.

Jumlah 39 sekolah yang mendapat perbaikan itu sudah berkurang. Sebab, awalnya pemkot menargetkan perbaikan 51 sekolah. Karena menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia, jumlahnya disusutkan.

Hal serupa juga berlaku tahun ini. Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim menuturkan, pihaknya memilih sekolah yang akan diperbaiki bergantung skala prioritas. Sebab, keterbatasan anggaran membuatnya tidak bisa mengeksekusi semua laporan sekolah rusak.

Seluruh data dari Dapodik yang masuk harus dipilah dulu. Dari sana bisa diketahui mana sekolah yang sudah tidak bisa menunggu waktu lagi untuk diperbaiki. ”Tahun ini ada lima sekolah yang masuk kategori rusak berat, salah satu yang jadi prioritas di SDN Purwantoro 4,” ujar Adhim.

Lima sekolah itu bakal menerima bantuan perbaikan sekitar Rp 200 juta, bergantung tingkat kerusakan. Kriteria utamanya memang sekolah dengan kerusakan mendesak yang mengancam keselamatan. Seperti plafon hampir ambrol atau struktur bangunan yang mulai rapuh.

Di tempat lain, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi berkomitmen untuk terus mengawal dan mengoptimalkan penganggaran sektor pendidikan sesuai kemampuan fiskal daerah. ”Karena kami melihat pendidikan bukan hanya program rutin, tapi investasi strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia Kota Malang di masa depan,” sambung legislator dari Partai Golkar tersebut.

Terpisah, Ketua Bidang Sosial dan Kemiskinan Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Kota Malang dr Lisa Setyowati mengatakan masih belum ada survei untuk program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkaitan dengan pendidikan. ”Kami masih menunggu kepengurusan forum TSP melalui surat keputusan tahun 2026-2028,” ucap dia.

Seperti diketahui, program CSR itu sempat menyasar perbaikan beberapa sekolah. Seperti pada 2024 lalu. Saat itu ada 11 sekolah yang mendapat perbaikan dari dana pihak swasta. (aff/mel/by)

 

Disunting kembali oleh Anna Tasya Enzelina

 

Editor : Aditya Novrian
#anggaran #Pemkot #Perbaikan