Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Malang Pertimbangkan Rencana Tambah PKL di Jalan Merdeka Selatan

Bayu Mulya Putra • Kamis, 5 Maret 2026 | 10:25 WIB

 

 

Ilustrasi pedagang kaki lima.
Ilustrasi pedagang kaki lima.

MALANG KOTA - Dianggap sukses menjauhkan dari kesan semrawut, penataan PKL di Jalan Merdeka Selatan turut dilirik pihak lain. Pemkab Malang juga ingin PKL di Jalan KH Agus Salim, atau di depan Pendapa Agung Kabupaten Malang bisa beroperasi di sana pada akhir pekan.

Ada juga opsi PKL di Jalan Merdeka Barat, ada di depan Masjid Jami Kota Malang pindah ke Jalan Merdeka Selatan pada akhir pekan. Dua opsi itu kini tengah dikaji Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskopindag Kota Malang Luh Putu Eka Wilantari menuturkan, pihaknya bakal melakukan pendekatan dan pemantauan terhadap PKL di Jalan Merdeka Selatan terlebih dahulu. ”Jumlah pedagang selama penataan ada 38 orang. Memang penataan ini belum sempurna, kami akan terus perbaiki,” jelasnya.

Eka menyebut, 38 pedagang itu merupakan PKL yang telah lama berjualan di Jalan Merdeka Selatan. Pihaknya telah melakukan proses seleksi, misalnya dengan syarat harus ber-KTP Kota Malang. Terkait permintaan penambahan kuota PKL yang berada di Jalan Merdeka Barat dan Jalan KH Agus Salim, Eka belum bisa memutuskan hal tersebut. Sebab, harus dikaji dan dibahas lebih lanjut.

Penataan parkir dan PKL di Alun-Alun Merdeka mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Seperti disampaikan Susiana, warga Kelurahan Madyopuro berpendapat, Alun-Alun Merdeka jadi lebih bersih setelah PKL tak lagi berkeliaran di dalam. ”Kalau sebelumnya kan PKL masuk sak karepe dewe (semaunya sendiri) ke dalam,” kata ibu satu anak tersebut.

Di tempat lain, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi berharap, ke depan yang menjadi atensi tidak hanya PKL. Namun juga pemeliharaan Alun-Alun Merdeka secara menyeluruh.

”Beberapa waktu lalu saya dapat laporan air mancur yang berbau pesing, sampah, hingga anak-anak yang lepas dari orang tuanya,” kata Dito. Dia berharap, ke depan tidak hanya DLH saja yang berperan dalam penataan di kawasan alun-alun. Namun juga perangkat daerah lain seperti diskopindag, Satpol PP, dan dishub. (adk/mel/by)

Editor : A. Nugroho
#Kabid #Diskopindag #malang #PKL