MALANG KOTA – Keluhan terkait kelayakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan masih santer terdengar. Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, beberapa menu makanan yang diterima siswa berjamur hingga terdapat belatung. Salah satu yang mengeluhkan menu MBG adalah Karla (bukan nama sebenarnya).
Wali murid dari seorang siswa yang bersekolah di wilayah Kelurahan Lowokwaru itu mengatakan, anaknya tiga kali mendapati jatah MBG kurang layak. Pertama pada tanggal 24 Februari, anaknya mendapat jatah MBG berupa kacang koro, susu, kurma kering, buah salak, ayam, dan tempe. ”Yang bermasalah hanya salak saja. Kondisinya sudah hampir busuk,” ungkap dia.
Selanjutnya, pada 25 Februari anak Karla mendapat jatah MBG berupa bubur kacang hijau yang sudah hampir basi. Ketiga, anak Karla mendapat bakpao dan rotin wijen yang tak layak konsumsi di dalam MBG miliknya. ”Kondisinya berjamur. Roti juga expired tanggal 1 Maret,” katanya.
Sedangkan Winny (bukan nama sebenarnya) mendapati kue bolu pandan di menu MBG milik anaknya berjamur. Kejadian tersebut terjadi pada awal Ramadan lalu. Sedangkan pada 27 Februari lalu, anaknya yang bersekolah di salah satu sekolah Kelurahan Kiduldalem mendapat jatah MBG berupa tahu goreng yang sudah basi. ”Tapi yang saya foto hanya bolu pandan,” ucap dia.
Sintia (bukan nama sebenarnya), ibu dari seorang siswa yang bersekolah di salah satu sekolah Kelurahan Tunjungsekar itu menyebut, pernah mendapat setup nanas yang keruh di menu MBG anaknya. ”Lalu tanggal 3 Maret kemarin, anak saya dapat puding stroberi. Di dalamnya terdapat beberapa belatung,” beber dia.
Kepala SPPG Tulusrejo 2 Julfa Hannan selaku pihak yang menyalurkan puding strawberry saat dikonfirmasi menyampaikan, belatung kemungkinan berasal dari buah stroberi. ”Pengakuan dari relawan, buah sudah dicuci menggunakan air garam dan direndam selama 20 menit. Mungkin kami kecolongan saat pemilahan karena porsinya banyak,” terang dia.
Menurutnya, pada Selasa kemarin (3/3), menu MBG yang diberikan tidak hanya puding stroberi. Ada menu lain seperti susu UHT, muffin, kaki naga, dan kacang. Total nilainya Rp 13.300. Saat ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh sekolah untuk memberi klarifikasi dan instruksi. (gp)
Editor : A. Nugroho