Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tak Sembarangan, Transfer Uang Lintas Negara PMI asal Malang di Korsel dan Hongkong Punya Pola Khusus

Aditya Novrian • Sabtu, 7 Maret 2026 | 09:25 WIB

JADI OPSI PENGIRIMAN UANG: Salah satu petugas di Kantor Pos Indonesia Cabang Malang memberikan pelayanan, kemarin. (Darmono/Radar Malang)
JADI OPSI PENGIRIMAN UANG: Salah satu petugas di Kantor Pos Indonesia Cabang Malang memberikan pelayanan, kemarin. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA - Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Malang yang berkarier di Hongkong atau Korea Selatan punya pola khusus dalam mengirim uang lintas negara. Selain memanfaatkan jasa kantor pos, mereka juga mempunyai jadwal tersendiri. Itu dilakukan demi proses transfer uang berjalan maksimal.

Sebagai informasi, proses pengiriman uang lintas negara dari PMI asal Malang meningkat jelang Lebaran. Meski jumlahnya belum setinggi tahun lalu pada pertengahan Ramadan, namun sudah catat angka yang lumayan. Diprediksi akan terus meningkat jelang Hari Raya Idul Fitri.

Berdasar data Kantor Pos Indonesia Cabang Malang, total pengiriman uang dari luar negeri mencapai Rp 5,2 miliar hingga pertengahan Ramadan.

Manajer Operasi Pelayanan Kantor Pos Cabang Utama Malang Wahyu R. Wibowo menuturkan, karakter pengiriman uang PMI asal Malang dari negara-negara seperti Hong Kong dan Korea Selatan memiliki pola tertentu.

Di Hong Kong misalnya, pekerja migran umumnya memanfaatkan hari libur pada akhir pekan untuk melakukan transaksi pengiriman uang. Karena akses remitansi atau transfer uang lintas negara yang tersedia pada Sabtu dan Minggu. ”Di Hongkong hanya boleh mengirimkan uang di dua hari itu. Di Korea juga sama,” ungkap Wahyu.

Sedangkan untuk negara-negara di kawasan Arab, menurut Wahyu, transaksi pengiriman sebenarnya bisa dilakukan setiap hari. Namun, biasanya pengiriman tidak selalu dilakukan langsung oleh pekerja migran. ”Biasanya melalui agen atau pihak tertentu,” katanya. (Adk/gp)

Editor : Aditya Novrian
#pekerja migran Indonesia (PMI) #malang