MALANG KOTA - Jelang masa angkutan Lebaran 2026, kondisi kesehatan pengemudi bus mendapat perhatian khusus. Kemarin (10/3), pemkot bersama pengelola Terminal Tipe A Arjosari, BNN Kota Malang, dan Polresta Malang Kota melakukan cek kesehatan.
Ada 150 pengemudi bus yang dicek kondisinya. Cek kesehatan para pengemudi bus itu dilakukan mulai pukul 07.00 sampai 14.00. Meliputi pemeriksaan fisik, tensi, gula darah, cek kadar alkohol, hingga narkotika.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, dari pemantauan sementara, para pengemudi bus terbilang laik jalan. Hanya saja, dia menemukan adanya indikasi alkohol. ”Bukan dari minuman keras, tapi dari rokok elektrik atau vape dan makanan fermentasi seperti tape yang dikonsumsi malam sebelumnya,” papar dia.
Menurut Wahyu, pengemudi bus umumnya tidak sadar bahwa tape memiliki kandungan alkohol. Sementara rokok mengandung metanol.
”Karena itu, kami rekomendasikan untuk beristirahat dulu supaya normal kembali,” imbuh dia. Selain indikasi alkohol, ada beberapa pengemudi yang memiliki indikasi darah tinggi. Saat dicek, ada yang indera telinganya tidak merespons. ”Saya ajak ngomong, tapi mereka tidak nyambung,” sebut Wahyu.
Dia pun meminta agar pengemudi-pengemudi yang memiliki indikasi kesehatan tertentu mendapat rekomendasi dari dokter. Tujuannya agar mereka betul-betul laik jalan. Demikian pula untuk para pengemudi cadangan.
Wahyu menambahkan, pihaknya mengimbau para pemilik angkutan untuk memberi sosialisasi kepada pengemudi masing-masing. Dengan demikian, selama perjalanan tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Di samping memantau cek kesehatan, jajaran pemkot juga memantau ramcek bus.
Ada sekitar 7 bus yang dicek, kemarin. Mulai dari ban, kaca, adanya APAR, hingga kelengkapan administrasi bus.
Untuk kelengkapan administrasi bus berupa SIM dan uji KIR. ”Alhamdulillah setelah dicek seluruhnya lengkap,” terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang R Widjaja Saleh Putra. (mel/by)
Editor : A. Nugroho