Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Logo HUT Kota Malang Ke-112 Sengaja Dibikin Miring 14 Derajat

Bayu Mulya Putra • Kamis, 12 Maret 2026 | 09:27 WIB

 

PENUH MAKNA: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (dua dari kiri) memimpin launching logo dan tema HUT Kota Malang ke-112 di NCC, kemarin.
PENUH MAKNA: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (dua dari kiri) memimpin launching logo dan tema HUT Kota Malang ke-112 di NCC, kemarin.

MALANG KOTA - Logo perayaan HUT Kota Malang ke-112 resmi diperkenalkan, kemarin (11/3). Launching di Ngalam Command Center (NCC) dipimpin langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Bersamaan dengan itu, tema perayaan HUT juga diluncurkan ke publik.

Tahun ini, pemkot mengusung tema ”Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas”. Logo HUT ke-112 itu merupakan hasil sayembara yang digelar Pemkot Malang. Sebelumnya ada 40 peserta yang mengikuti sayembara tersebut. Kemudian disaring menjadi 10 dan akhirnya ditentukan tiga finalis.

Pencipta logo HUT Kota Malang adalah Riza Zulkarnain. Dia mengatakan, terdapat gradasi dua warna yang dia sematkan. Yaitu biru muda dan biru tua. Itu dimaknai sebagai perjalanan Kota Malang dari tahun 1914 hingga 2026.

”Kami memilih warna biru karena ini sangat identik dengan Kota Malang. Logo Kota Malang sejak 1914 itu berwarna biru,” jelasnya.

Riza menambahkan, angka 112 yang tidak berdiri lurus juga memiliki arti tersendiri. Tiga angka itu sengaja dibuat miring hingga 14 derajat. ”Kemiringan 14 derajat kami ambil dari tanggal hari jadi Kota Malang. Satu dari 1 April, empat dari bulan Aprilnya,” paparnya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menuturkan, baik logo dan tema HUT tahun ini memiliki makna yang mendalam. Dia mencontohkan seperti kalimat berima untuk tema HUT.  

Maksud dari kalimat itu adalah Kota Malang pada usia ke-112 telah melintasi berbagai zaman. Mulai dari wali kota era kolonial, kemudian setelah merdeka dipimpin oleh warga pribumi.

”Jadi melintas ini menghubungkan semangat masa lampau dan masa depan. Memanfaatkan kearifan lokal untuk terus melaju,” ujar dia. Kalimat bergerak tuntas bermakna Pemkot Malang akan terus menuntaskan PR yang belum teratasi. Wahyu mengakui masih ada beberapa tugas yang belum selesai.

Bersama jajaran Pemkot Malang, pihaknya bakal terus berupaya menemukan solusi permasalahan-permasalahan yang ada. ”Mbois berkelas merupakan visi dan misi saya sebagai wali kota bersama wakil wali kota. Sehingga sekaligus mengenalkan apa yang menjadi tujuan Pemkot Malang,” tutur Wahyu.

Pada tema kali ini, Wahyu mengatakan ada satu kearifan lokal yang dimasukkan. Yaitu bahasa walikan dan bahasa Malangan. Terdapat pada kata Ngalam dan Mbois. ”Bahasa walikan ini tidak dimiliki daerah lain, sehingga kami akan terus eksplor sebagai kearifan lokal,” tambahnya. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#Wali Kota Malang #malang #HUT Kota Malang #ncc