MALANG KOTA – Meski jumlah penumpang meningkat dari hari biasa, namun angkanya turun dibanding musim libur Lebaran tahun lalu. Hal itu terlihat dari mobilitas penumpang di Terminal Landungsari dan Terminal Arjosari.
Data di terminal Arjosari mengungkap ada peningkatan 5 persen dari hari biasa. Namun menurun 5-10 persen secara year-on-year.
“Prediksi kami, mudik Lebaran tahun ini lebih sepi karena jarak libur Natal dan Tahun Baru dengan Lebaran berdekatan,” ujar Kepala Terminal Tipe A (TTA) Arjosari Mega Perwira Donowati kemarin.
Kendati demikian, pihaknya tetap meminta masing-masing Perusahaan Otobus (PO) menyiapkan armada tambahan. Tujuannya untuk berjaga-jaga apabila terjadi lonjakan penumpang signifikan, terutama mendekati Lebaran.
Untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), lanjutnya, kedatangan dan keberangkatan didominasi dari Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, dan Bali. Rata-rata penumpangnya bisa sampai 1.200 per hari selama arus mudik. Di jalur ini, terjadi kenaikan sekitar 30 persen dibanding hari biasa.
Baca Juga: Libur Panjang dan Work from Anywhere: Menata Ulang Ritme Kerja
Sementara untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) didominasi keberangkatan dan kedatangan dari Surabaya, Jember, Blitar, Banyuwangi, dan Madura. Rata-rata penumpang harian mencapai 8,4 ribu orang selama arus mudik Lebaran.
“Naik sekitar 5 persen karena hari biasa memang sudah banyak penumpang AKDP,” lanjut Mega.
Demikian juga di Terminal Landungsari. Pada hari biasa berkisar 150 penumpang, namun saat weekend meningkat hingga 300 orang. Apalagi tiga hari sebelum Lebaran makin meningkat penumpangnya.
“Mayoritas penumpang keberangkatan dan tujuan Malang-Jombang yang paling banyak diminati,” kata dia.
Selain bus, moda transportasi lain yang menjadi pilihan penumpang untuk mudik Lebaran adalah kereta api. Jumlah penumpang relatif banyak, meski bus masih mendominasi.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, volume penumpang kereta api di Malang Raya diperkirakan akan meningkat selama masa angkutan Lebaran.
"Peningkatan sekitar 20 persen atau 7.400 penumpang," kata dia.
Sementara pada hari biasa hanya 6.100 penumpang per hari. Meliputi penumpang yang datang maupun berangkat. "Meningkatnya penumpang disebabkan berbagai faktor, seperti penyediaan kereta tambahan hingga diskon 30 persen dari pemerintah," tuturnya.
Baca Juga: Sanksi Keras Menanti ASN Pemkot Malang yang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
Mahendro melanjutkan, tahun ini pihaknya menyediakan 136.045 tiket. Itu untuk keberangkatan pada 11 Maret sampai 1 April 2026.
"Sampai Sabtu lalu (14/3), yang sudah terjual sekitar 63.331 tiket atau 46,5 persen," imbuh dia.
Sekitar 52.850 tiket di antaranya berangkat dari Stasiun Malang. Disusul Stasiun Kepanjen dengan 4.731 tiket, Stasiun Kota Lama 3.662 tiket, lalu sisanya Stasiun Lawang dan Stasiun Sumberpucung totalnya 2.068 tiket.
Mahendro menyebut, dalam momentum Lebaran kali ini ada 13 kereta api yang dioperasikan setiap harinya. Terdiri atas 11 kereta reguler. Kemudian ada 2 kereta api tambahan yakni Kereta Api Arjuno Ekspress dan Kereta Api Gajayana Tambahan.(aff/mel/dan)
Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi
Editor : Mahmudan