MALANG KOTA - Operasi Ketupat Semeru 2026 sudah berjalan sejak 13 Maret lalu. Selama lima hari operasi, polisi tidak banyak mendapati pelanggaran. Seperti disampaikan Kaurbinopsnal Satlantas Polresta Malang Kota Iptu Saiful Husen.
Dia mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan pelanggaran yang signifikan. Seperti pengendara yang tidak menggunakan helm atau yang berboncengan lebih dari dua orang. ”Biasanya kami banyak menemukan pelanggaran-pelanggaran itu saat pelajar masuk sekolah,” kata dia.
Pelanggaran yang sering terlihat seperti kendaraan yang tidak dipasangi tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB). Dia menduga itu dilakukan pengendara untuk menghindari Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile. Namun, jumlah pengendara yang melanggar aturan itu tidak banyak.
Pihaknya juga masih melakukan perhitungan dan pemantauan sampai kemarin (17/3). Yang menjadi sorotan saat ini yakni operasional truk dengan sumbu lebih dari tiga.
Beberapa hari lalu, pemerintah pusat sudah menyampaikan larangan truk dengan tiga sumbu ke atas untuk melintas di jalan raya. ”Kecuali yang bermuatan sembako atau kebutuhan sehari-hari,” imbuh Saiful.
Dari laporan personel kepolisian di lapangan, ada 10 sampai 15 truk dengan tiga sumbu atau lebih yang kedapatan masih beroperasi. Beberapa truk itu ditemukan di arteri atau jalan umum berkapasitas tinggi.
”Sebagai contoh di Jalan Laksamana Martadinata, Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Bengawan Solo, hingga yang mengarah ke utara seperti Jalan Ahmad Yani,” ungkap Saiful.
Sejauh ini pihaknya masih mengedepankan upaya preventif berupa edukasi kepada para sopir. Sebab, saat pengecekan awal, para sopir mengaku muatannya tidak banyak. Pengecekan muatan juga dibutuhkan timbangan khusus.
Untuk mencegah truk yang kelebihan muatan itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan PT Jasa Marga. Jika nanti ditemukan truk dengan sumbu lebih dari tiga dan memiliki muatan lebih dari 8 ton, mereka akan diminta kembali masuk tol.
”Jadi tidak sampai masuk ke Kota Malang. Namun sejauh ini kami juga belum mendapat laporan terkait truk yang sampai diminta kembali,” sambung Saiful. Selain menyoroti pelanggaran, pihaknya juga mengimbau agar pengendara lebih berhati-hati di jalan. Sebab, dalam lima hari terakhir, sudah ada sedikitnya dua kasus kecelakaan.
”Kecelakaannya memang bukan kecelakaan yang berdampak pada luka berat, tapi kami minta pengendara tetap waspada. Terutama di kawasan blackspot,” tegas Saiful. Contoh kawasan blackspot seperti di Jalan Raden Panji Suroso dan Jalan Kolonel Sugiono. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra