Nasional Internasional Malang Raya Kriminal-Kasuistika Peristiwa Olahraga Wisata-Kuliner Ekonomi-Bisnis Opini Pendidikan Politik Sosok

BPS Kota Malang Ingatkan Potensi Penurunan Wisatawan pada Libur Lebaran 2026

Nabila Amelia • 2026-03-20 14:31:22
TETAP BUKA: Sejumlah wisatawan menyusuri koridor Kajoetangan Heritage. Area kampung heritage di sana tetap dibuka selama Lebaran. (DARMONO / RADAR MALANG)
TETAP BUKA: Sejumlah wisatawan menyusuri koridor Kajoetangan Heritage. Area kampung heritage di sana tetap dibuka selama Lebaran. (DARMONO / RADAR MALANG)

MALANG KOTA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mengungkap ada koreksi pada tren kunjungan wisatawan. Khususnya pada kunjungan bulan Desember 2025 lalu. Setelah dibandingkan dengan bulan Desember 2024, terjadi penurunan 10,87 persen. 

Artinya, Kota Malang lebih banyak dikunjungi wisatawan saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 lalu. Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifuddin menyebut, koreksi kunjungan wisatawan itu perlu diwaspadai. 

Menurut Umar, pemkot sebaiknya mempersiapkan diri agar kunjungan wisata pada Lebaran tahun ini bisa maksimal, tak menurun seperti saat Nataru 2025 lalu. 

”Trennya sekarang justru wisatawan asal Kota Malang yang terpantau meningkat,” lanjut Umar. Pada Januari lalu, total ada 889 ribu kunjungan dari wisatawan asal Kota Malang. 

Jumlah itu naik 4,62 persen secara month-to-month dan 5,25 persen secara year-on-year. Artinya, banyak masyarakat memilih berwisata di dalam kota saja. Penyebab jumlah wisatawan dari luar daerah tak meningkat cukup beragam. 

Bisa jadi karena kondisi ekonomi global yang belum stabil. Bisa juga karena belum ada update wisata yang signifikan di Kota Malang. Karena itu Pemkot Malang perlu mengejar target kunjungan lewat event olahraga dan kesenian. 

Sementara itu, sejumlah destinasi wisata dipastikan tetap dibuka saat libur Lebaran tahun ini. Salah satunya yakni Kajoetangan Heritage. Menurut Ketua Pokdarwis Kajoetangan Heritage Mila Kurniawati, pihaknya menerapkan sistem yang sama seperti tahun sebelumnya. Yakni pada tanggal 1 sampai 5 syawal, atau 20 sampai 24 Maret nanti, pihaknya menggratiskan tiket masuk. 

”Sebab loket tutup selama lima hari itu,” kata dia. Terkait persiapan menyambut Lebaran, Mila mengaku tidak melakukan persiapan khusus. Hanya penggratisan tiket masuk saja. Masyarakat tetap bisa menikmati beberapa spot di kampung Kajoetangan Heritage. 

Mulai dari Rumah 1870, Mural De Javasche Bank, rumah foto dan galeri antik, Cafe Yowis, hingga berziarah ke Makam Mbah Honggo. ”Proyeksi kami, selama masa bebas tiket, kunjungannya sama seperti saat akhir pekan. Di kisaran dua ribu wisatawan per hari,” sebut Mila. (aff/mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#libur lebaran 2026 #BPS Kota Malang #wisatawan malang #lebaran 2026 #wisata malang