MALANG KOTA, RADAR MALANG - Lonjakan volume kendaraan karena arus balik sudah terasa sejak beberapa hari terakhir. Dari perkiraan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, arus balik bakal terjadi hingga 30 Maret mendatang. Per hari, diperkirakan 100 ribuan kendaraan yang meninggalkan Kota Malang.
Pada Selasa lalu (24/3), ada 281.561 kendaraan yang melintas di Kota Malang. Sebanyak 149.768 kendaraan masuk, dan 131.797 kendaraan keluar kota. Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menuturkan, lonjakan arus balik terjadi sejak Senin (23/3). Itu karena ada sebagian warga yang kembali untuk bekerja atau liburan ke luar kota.
”Arus balik maksimal sampai tanggal 30 Maret. Sehubungan dengan jadwal masuk sekolah,” kata dia. Pihaknya mengamati ada beberapa ruas jalan yang mengalami peningkatan volume kendaraan. Paling padat di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Blimbing.
Beberapa ruas lainnya juga mengalami peningkatan signifikan. Seperti di Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Gatot Subroto, Jalan LA Sucipto, dan Jalan Mayjen Sungkono.
”Meskipun padat belum ada rekayasa lalin seperti contraflow dan lainnya,” terang Jaya. Selain ruas jalan itu, sesuai prediksi, peningkatan volume kendaraan juga terjadi di pusat perbelanjaan.
Mulai dari Jalan Semeru, Jalan Majapahit - Jalan Merdeka, dan kawasan Pasar Besar. ”Untuk itu dilakukan rekayasa lalin insidental. Dari Jalan Majapahit bisa melewati Sarinah Mal dan menuju ke Jalan Merdeka Utara,” jelas dia.
Jaya menambahkan, pergerakan arus mudik dan balik ternyata di luar prediksi. Sebelumnya diperkirakan menurun 1,75 persen dibanding tahun lalu. Ternyata pergerakannya stabil dan cenderung naik pada periode tertentu.
Dishub Kota Malang mencatat, kendaraan keluar sebanyak 305.478 unit pada 17 Maret lalu. Meningkat 17,4 persen dari 260.146 kendaraan pada periode yang sama tahun lalu. Sementara, kendaraan masuk mencapai 290.592 unit pada 18 Maret 2026. Naik 22,7 persen dibandingkan 236.774 kendaraan pada tahun sebelumnya.
”Karena Kota Malang termasuk kota perlintasan. Sehingga tidak mengherankan ada lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik,” tandasnya. Contohnya perlintasan untuk pemudik dari kawasan Jember dan sekitarnya dengan tujuan ke Blitar maupun Tulungagung. Biasanya akan melalui Kota Malang dan lanjut ke Kabupaten Malang. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra