Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

20 SPPG Belum Kantongi SLHS

A
Ilustrasi SPPG yang baru beroperasi di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen.
Ilustrasi SPPG yang baru beroperasi di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen.

Advertisement

MALANG KOTA - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang belum seluruhnya mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Per hari ini, masih ada 20 dapur belum mendapatkan sertifikat tersebut. Mereka masih perlu melakukan perbaikan untuk memenuhi syarat. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Husnul Muarif menuturkan, jumlah SPPG saat ini ada 75 dapur. Dari angka itu, yang beroperasi sebanyak 66 SPPG. "Sebanyak 44 SPPG sudah mendapatkan rekomendasi SLHS. Sedangkan 20 lainnya masih harus melakukan perbaikan," ujarnya. 

Husnul menjelaskan, beberapa perbaikan yang harus dipenuhi SPPG mulai dari pemeriksaan kualitas mikrobiologi, hingga alur bahan masuk sampai ke distribusi makanan. Penyediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga menjadi persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap SPPG.

Advertisement

Dinkes Kota Malang hanya berwenang memberikan rekomendasi SLHS. Rekomendasi tersebut tidak akan keluar apabila masih ada persyaratan yang belum terpenuhi. "Tidak ada batas waktu tertentu, selama tidak memenuhi berarti belum bisa diterbitkan rekomendasi SLHS," tandas Husnul. Setelah rekomendasi terbit, dinkes juga melakukan pemantauan selama tiga bulan ke depan. 

Penulis : Andika Satria Perdana

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

14 SPPG di Kota Batu Belum Kantongi SLHS

14 SPPG di Kota Batu Belum Kantongi SLHS

BATU – Dari 25 SPPG di Kota Batu, baru 11 mengantongi SLHS. Sebanyak 14 dapur masih berproses karena antrean inspeksi dan uji laboratorium, namun tetap beroperasi dengan pendampingan Dinkes untuk memenuhi standar higiene

36 SPPG di Kota Malang Masih Menunggu Penerbitan SLHS

36 SPPG di Kota Malang Masih Menunggu Penerbitan SLHS

Sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) menjadi salah satu persyaratan yang harus dimiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sampai 2 Juni lalu, tercatat baru ada 21 SPPG di Kota Malang yang mengantonginya.

Kasus Bayi Lahir di Bawah 2,5 Kilogram Makin Turun

Kasus Bayi Lahir di Bawah 2,5 Kilogram Makin Turun

Kasus bayi berat ba dan lahir rendah (BBLR) di Kabupaten Malang terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mencatat 1.758 kasus pada 2024. Jumlah itu turun menjadi 1.487 kasus pada

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer