MALANG KOTA, RADAR MALANG - Dua flyover di Kota Malang rencananya bakal diperbaiki. Dibutuhkan anggaran Rp 4 miliar untuk merealisasikannya. Pemkot Malang resmi mengajukan permohonan perbaikan tersebut kepada pemerintah pusat.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kota Malang Kristian Bagus menyampaikan, perbaikan selama ini hanya sebatas penambalan jalan. Itu karena terbatasnya APBD Kota Malang.
Bagus menerangkan, perbaikan secara menyeluruh tidak bisa dilakukan dengan metode patching atau menambal jalan. Aspal yang ada dinilai sudah aus dan perlu dilakukan pengelupasan.
”Kalau penanganan total, aspalnya harus diganti baru. Selain itu, sambungan antar-jembatan atau expansion joint juga harus diganti,” jelasnya. Menurut Bagus, kebutuhan perbaikan membutuhkan biaya yang cukup besar.
Oleh karena itu, Pemkot Malang telah mengajukan permohonan dukungan anggaran kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). ”Anggaran (yang dibutuhkan) kurang lebih sekitar Rp 4 miliar. Itu untuk Flyover Arjosari dan Flyover Mergosono,” imbuhnya.
Bagus menyampaikan, untuk kawasan Flyover Kotalama, jalan di bagian bawah berstatus sebagai jalan nasional. Sementara di Flyover Arjosari, terdapat dua kewenangan berbeda. Sisi utara merupakan jalan nasional. Sementara sisi selatan merupakan jalan provinsi.
Selain kondisi flyover, dia menyebut bahwa jalan bagian bawah Flyover Arjosari juga berada dalam keadaan tidak layak. Terutama di lampu merah atau simpang tiga. Dengan kondisi itu, Pemkot Malang telah melaporkan hal tersebut kepada pemerintah pusat dan provinsi.
Selama menunggu realisasi anggaran, Pemkot Malang hanya dapat melakukan pemeliharaan terbatas. Selain penambalan lubang, penanganan juga dilakukan pada sambungan jembatan dengan metode sementara. ”Untuk expansion joint saat ini kami tutup aspal. Kalau terasa bergelombang, itu karena sambungannya masih manual,” tandasnya.
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Akhdiyat Syabril Ulum menyambut positif rencana perbaikan flyover. Menurut dia, rehabilitasi itu sudah waktunya dilakukan. Sebab jika hanya penambalan tidak berjalan efektif.
”Seperti diketahui apalagi di Flyover Mergosono banyak dilalui kendaraan besar. Kalau perbaikan hanya dilakukan pemkot tentu tidak bisa maksimal,” tutur dia. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra