Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

SPPG Ke-75 Beroperasi, Kota Malang Masih Kurang 12 Titik

Andika Satria Perdana • Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB
TITIK KE-75: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (dua dari kiri) meninjau operasional SPPG yang baru di
Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Klojen, kemarin (27/3).
TITIK KE-75: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (dua dari kiri) meninjau operasional SPPG yang baru di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Klojen, kemarin (27/3).

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus bertambah. Sampai kemarin (27/3), total ada 75 dapur yang telah beroperasi. Meski cukup banyak, masih ada kekurangan 12 SPPG di Kota Malang. 

Salah satu SPPG yang baru beroperasi yakni SPPG Sukorejo II, di Kecamatan Klojen. SPPG itu diresmikan langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, kemarin. Setelah peresmian, pemilik kursi N1 itu berkeliling meninjau kesiapan dapur. 

Wahyu Hidayat menuturkan, kuota minimal untuk SPPG di Kota Malang mencapai 87 titik. Dengan beroperasinya 75 dapur, artinya masih ada kekurangan 12 SPPG lagi. Melihat pertambahan SPPG yang cukup pesat, pihaknya optimistis operasional 87 titik bisa tercapai tahun ini. 

Baca Juga: Hentikan Sementara Operasional Satu SPPG Bermasalah di Kota Malang

”Pembentukan SPPG wewenang penuh BGN (Badan Gizi Nasional). Kami terus memantau melalui Satgas MBG yang diketuai Pak Sekda (sekretaris daerah),” ujar dia. Dengan 75 dapur yang beroperasi, jumlah penerima manfaat MBG di Kota Malang mencapai 170 ribu orang. 

Wahyu menyampaikan, bertambahnya SPPG diharapkan bisa menciptakan multiplier effect untuk masyarakat. Dapur MBG diminta menyerap hasil produksi pertanian maupun bahan pokok dari masyarakat. 

”Dana yang dikucurkan BGN saya harap tetap berputar di Kota Malang,” pinta dia. Lebih lanjut, Wahyu menekankan seluruh SPPG harus tetap memperhatikan prosedur. Agar tidak ditemukan lagi makanan tidak layak. 

Baca Juga: Terima Banyak Keluhan Menu MBG, DPRD Kota Malang Segera Panggil Seluruh SPPG

Atau, kemungkinan terburuk keracunan penerima MBG. ”Dari yang saya lihat hari ini, standarnya sudah diterapkan maksimal. Mulai dari proses persiapan, memasak hingga mencuci ompreng,” tambah bapak satu anak itu. 

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN Harjito memastikan, pengawasan dilakukan secara optimal. Mulai sebelum SPPG beroperasi hingga saat dapur tersebut melayani masyarakat. 

”Secara umum di Kota Malang SPPG berjalan dengan baik. Hanya satu SPPG yang ditangguhkan sementara karena menu yang tidak layak,” jelas dia. 

Harjito menegaskan, saat ini BGN tidak main-main terkait kualitas MBG. Jika ditemukan menu tidak layak, SPPG akan dinonaktifkan sementara waktu. Tujuannya agar dapur itu bisa melakukan evaluasi. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#Wali Kota Malang #Mbg #malang #SPPG