MALANG KOTA, RADAR MALANG - Ribuan warga meninggalkan Kota Malang pada puncak arus balik kedua di Terminal Arjosari. Tepatnya pada Sabtu (28/3) dan Minggu lalu (29/3). Dari catatan petugas, terdapat 15.938 penumpang yang berangkat.
Baik menggunakan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Sesuai prediksi sebelumnya, arus balik di Terminal Arjosari terbagi dalam dua gelombang. Pertama berlangsung pada 23 sampai 25 Maret lalu.
Kemudian gelombang kedua pada 28 dan 29 Maret. Menyesuaikan dengan aktivitas perkantoran dan sekolah. Secara rinci, pada 28 Maret, keberangkatan penumpang AKDP mencapai 6.180 orang. Sedangkan penumpang AKAP sebanyak 1.839 orang.
Selanjutnya pada 29 Maret, keberangkatan penumpang AKDP 6.121 orang dan AKAP 1.793 orang. Komandan Regu (Danru) Terminal Arjosari Nurhadi menerangkan, peningkatan keberangkatan penumpang mencapai 30 persen dibanding hari biasa.
Itu hampir sama seperti puncak arus balik pada gelombang pertama. ”Puncak arus balik kedua sesuai prediksi, karena sudah memasuki masa masuk sekolah,” terang dia.
Puncak arus balik pada gelombang pertama yang terjadi pada 24 Maret berjumlah 8.175 penumpang. Kemudian pada 26 dan 27 Maret terjadi penurunan keberangkatan, hanya sekitar 6 ribu orang per hari. Meski ada lonjakan penumpang, Nurhadi memastikan ketersediaan armada masih mencukupi.
Belum diperlukan penambahan armada selama arus balik tahun ini. ”Namun kami tetap berkoordinasi dengan perusahaan otobus (PO) untuk menyiapkan cadangan,” ujar dia.
Selain itu, pihak terminal rutin melakukan pengecekan kelayakan kendaraan atau ramcek. Setiap hari, dilakukan pengecekan terhadap puluhan kendaraan. Itu untuk memastikan keselamatan perjalanan penumpang.
”Setiap hari kami ramcek minimal 35 bus,” ungkap Nurhadi. Petugas juga sudah mengimbau penumpang dan calon penumpang tidak malu bertanya terkait rute bus atau lainnya. Kemudian juga memperhatikan anak-anak dan barang bawaan di tengah lonjakan penumpang yang datang ke terminal. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra