Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pekan Depan 1.200 Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah ke Tempat Relokasi

Andika Satria Perdana • Kamis, 2 April 2026 | 13:56 WIB
BERI DEADLINE BARU: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat secara simbolis ikut melakukan pembongkaran lapak di Pasar Induk Gadang, kemarin (1/4). (Darmono / Radar Malang)
BERI DEADLINE BARU: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat secara simbolis ikut melakukan pembongkaran lapak di Pasar Induk Gadang, kemarin (1/4). (Darmono / Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Penataan Pasar Induk Gadang (PIG) segera tuntas. Sebanyak 1.200 pedagang bakal menempati tempat relokasi maksimal pada 8 April mendatang. Tahapan yang masih berlangsung saat ini yakni penyelesaian pembongkaran lapak. 

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau langsung pelaksanaan pembongkaran bedak, kemarin (1/4). Orang nomor satu di Pemkot Malang itu sempat ikut melakukan pembongkaran secara simbolis dengan merobohkan satu bangunan dengan backhoe

Selanjutnya, Wahyu melihat proses pengerjaan lapak pedagang di tempat relokasi. Dia menyampaikan, peninjauan itu dilakukan untuk menagih janji pedagang yang seharusnya sudah pindah pada 1 April. Namun karena ada beberapa kendala, pemindahan harus sedikit tertunda. 

”Kendalanya karena hujan, dan ada sebagian pedagang yang tidak mau pindah,” terang dia. Melihat kondisi itu, Pemkot memberikan deadline atau tenggat waktu terakhir. Seluruh pedagang harus pindah ke tempat relokasi dalam satu minggu ke depan. 

”Nanti yang didahulukan adalah pedagang di pinggir jalan. Karena lapak di sana harus segera dibongkar agar perbaikan jalan segera terlaksana,” kata Wahyu.

Seperti diberitakan, Pemkot Malang mendapatkan bantuan perbaikan jalan PIG senilai Rp 14,9 miliar. Syarat proyek itu bisa dilaksanakan yakni seluruh pedagang yang di pinggir jalan harus direlokasi. 

Lebih lanjut Wahyu menuturkan bahwa relokasi dan perbaikan jalan itu dilakukan untuk kebaikan pedagang. Sebab, sudah 25 tahun kondisi pasar itu dibiarkan semrawut. 

Mulai dari masalah bau, macet, hingga jalan tidak layak. ”Sebelumnya saya minta pindah ke Terminal Hamid Rusdi tidak mau. Alhamdulillah relokasi saat ini (berlangsung) atas kesadaran (pedagang) sendiri,” imbuh kepala daerah yang disapa Pak Mbois itu. 

Salah satu pedagang Pasar Induk Gadang Kiptiyah menyampaikan, dia saat ini tengah bersiap membangun ulang lapak yang baru. Di tempat lama, Kiptiyah berjualan pracangan. Nanti di tempat relokasi, dia memilih usaha tempat makan. 

”Bedak saya ukuran 2 meter dan 1,5 meter. Dari pemkot bilangnya harus pindah tanggal 1 April sampai 3 April,” terangnya. Kiptiyah menuturkan, proses pembangunan tempat relokasi dan bedak seluruhnya dilakukan secara swadaya. 

Dia mendukung penuh pemindahan untuk pasar yang lebih layak. ”Kalau saya belum tahu sampai kapan di tempat relokasi itu. Jadi nanti buatnya tempat sementara, pakai kayu, galvalume, dan seng,” tutur pedagang yang sudah berjualan sejak 40 tahun lalu itu. (adk/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#relokasi pasar gadang #Wali Kota Malang #Pasar Gadang #pasar tradisional