Jumlah Wisatawan Asing yang Gunakan Kereta Api untuk Bepergian Meningkat

Nabila Amelia • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 11:02 WIB
SEMPAT TERLAMBAT: Kereta api Penataran melanjutkan perjalanan ke Stasiun Malang Kota Baru. (Darmono/Radar Malang)
JADI PILIHAN: Kereta api Penataran melanjutkan perjalanan ke Stasiun Malang Kota Baru. (Darmono/Radar Malang)
 
.
MALANG KOTA-RADAR MALANG - Pengguna transportasi kereta api dari Stasiun Malang tak hanya masyarakat lokal. Selama masa angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya mencatat ada 895 wisatawan asing (WNA) yang bepergian dengan kereta di Malang Raya pada 11-31 Maret 2026.

 Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, jumlah wisatawan asing meningkat 22 persen. Itu dibandingkan dengan periode angkutan pada Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Saat itu, tercatat ada 732 WNA yang gunakan kereta api.

 ”Selama periode tersebut, pergerakan wisatawan mancanegara didominasi melalui sejumlah stasiun utama di Malang Raya, yakni Stasiun Malang sebanyak 767 wisatawan," ungkap Mahendro. Kemudian Stasiun Malang Kota Lama 74 wisatawan, Stasiun Lawang 28 wisatawan, Stasiun Kepanjen 25 wisatawan, serta Stasiun Sumberpucung 1 wisatawan.

Beberapa stasiun-stasiun ini berperan strategis sebagai simpul transportasi yang menghubungkan wisatawan dengan berbagai destinasi unggulan di Malang dan sekitarnya. Selain dekat pusat kota dan kawasan wisata, stasiun-stasiun tersebut juga telah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lanjutan.

 Di antaranya, angkutan kota, taksi, transportasi berbasis aplikasi, hingga layanan bus. ”Integrasi antar moda transportasi ini memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk melanjutkan perjalanan secara praktis, efisien, dan nyaman,” imbuh Mahendro.

Tingginya minat wisatawan asing menggunakan kereta api tidak terlepas dari komitmen KAI dalam menghadirkan layanan yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu. Berbagai peningkatan terus dilakukan, mulai dari kemudahan akses pembelian tiket melalui platform digital, kebersihan sarana dan prasarana. Hingga  peningkatan kualitas layanan pelanggan yang berorientasi pada pengalaman pengguna.

 Menurutnya, konektivitas jaringan kereta api yang terhubung dengan pusat kota serta didukung integrasi antar moda transportasi jadi nilai tambah dalam mendukung sektor pariwisata. ”Kemudahan akses ini tidak hanya meningkatkan efisiensi perjalanan, tetapi juga memberikan pengalaman wisata yang lebih praktis dan menyenangkan," terang dia. (mel/gp).

Editor : Galih R Prasetyo
wisatawan asing KAI daop 8 kereta api wisata malang