Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sepekan, Candi Singosari Sedot 250 Wisatawan Asing

I
Penulis: Indah Mei Yunita❯
WISATA SEJARAH: Wisatawan menikmati keindahan Candi Singosari, Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari kemarin (13/7).
WISATA SEJARAH: Wisatawan menikmati keindahan Candi Singosari, Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari kemarin (13/7).

Advertisement

SINGOSARI, RADAR MALANG – Candi Singosari tidak hanya menarik perhatian wisatawan domestik, tapi juga wisatawan asing. Setiap pekan ada 500-600 wisatawan, 50 persen atau 250 pengunjung di antaranya berasal dari mancanegara.

Juru Pelihara Candi Singosari Novita Dwi J. menyampaikan, tingginya jumlah wisatawan mancanegara diduga karena negara asal mereka memasuki musim panas.

Biasanya mereka menghanguskan menghabiskan waktu dengan menikmati liburan di Indonesia, termasuk Malang raya. ”Mereka (wisatawan asing) biasanya datang bersama keluarga atau teman-temannya,” ujarnya kemarin (13/7).

Advertisement

Kemarin, dari daftar pengunjung, terdapat empat wisatawan mancanegara. Yakni dua di antaranya Prancis, sedangkan sisanya warga Australia. Ada juga lima orang dari Tiongkok yang mampir untuk berfoto di candi tersebut. ”Hari sebelumnya juga ada puluhan wisatawan dari beberapa negara. Seperti Switzerland, Jepang, dan Belanda,” katanya.

Mayoritas wisman sudah membawa tour guide. Keberadaan tour guide diperlukan untuk menjelaskan terkait sejarah Candi Singosari. Namun jika tidak ada
tour guide, dia melanjutkan, mereka meminta bantuan juru pelihara untuk menjelaskan sejarah tersebut.

Advertisement

Rombongan bisa konfirmasi terlebih dahulu jika minta didampingi tour guide. ”Tetapi terkadang ada yang tiba-tiba datang. Jika ada beberapa orang yang sedang berjaga, bisa langsung ditemani,” imbuhnya.

Sedangkan untuk wisatawan domestik, dia mengatakan, umumnya dari beberapa daerah di Jatim. Berbeda dengan wisatawan asing yang kedatangannya murni untuk berwisata, wisatawan domestik biasanya datang untuk outing class. Mereka belajar sejarah candi maupun Kerajaan Tumapel. “Pengunjung dari Bali juga masih sering datang ke sini (Candi Singosari) untuk sembahyang atau ritual,” kata Novita.

Dia mengatakan, pelajar maupun mahasiswa juga kerap datang ke candi. Salah satunya untuk mengerjakan tugas pembuatan video maupun foto. Termasuk untuk penelitian. (yun/dan)

Advertisement

Artikel Terkait

Kilas Balik Penemuan Candi Pendem yang Berujung Penetapan Situs Cagar Budaya: Hasil Patungan Warga Jadi Modal Ekskavasi

Kilas Balik Penemuan Candi Pendem yang Berujung Penetapan Situs Cagar Budaya: Hasil Patungan Warga Jadi Modal Ekskavasi

- Bongkahan bata berukuran besar mulai ditemukan di Dusun Krajan, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada November 2019 lalu.

Tahukah Anda? Relief Garuda Menggigit Naga di Candi Kidal Tumpang Malang Jadi Sorotan Pengunjung

Tahukah Anda? Relief Garuda Menggigit Naga di Candi Kidal Tumpang Malang Jadi Sorotan Pengunjung

Candi Kidal di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang menyimpan relief Garudeya dan burung garuda menggigit naga. Relief tersebut disebut memiliki keterkaitan dengan simbol yang kini digunakan sebagai lambang negara Indones

Struktur Lapuk dan Rawan Ambles, 250 Batu Candi Jago Diganti saat Pemugaran

Struktur Lapuk dan Rawan Ambles, 250 Batu Candi Jago Diganti saat Pemugaran

Sebanyak 250 batu Candi Jago di Tumpang, Kabupaten Malang diganti selama proses pemugaran. Batu lama yang lapuk dan retak dinilai membahayakan struktur bangunan candi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer