MALANG KOTA - Animo masyarakat menukarkan uang baru saat Lebaran tahun ini menurun. Tahun ini Bank Indonesia (BI) Malang menyediakan Rp 3,9 triliun uang baru. Realisasinya, hanya Rp 3,2 triliun saja yang ditukarkan masyarakat di seluruh wilayah kerja BI Malang.
Jumlah penukaran uang baru itu turun 11,89 persen dibanding tahun lalu. Nominalnya sekitar Rp 437 miliar. Pada tahun 2025, total ada Rp 3,6 triliun yang ditukarkan masyarakat saat itu.
”Sedangkan minat masyarakat terhadap pecahan uang didominasi oleh pecahan Rp 5 ribu sebesar 21 persen,” ujar Kepala Kantor BI Malang Indra Kuspriyadi. Disusul pecahan Rp 10 ribu sebesar 20 persen. Lalu pecahan Rp 2 ribu sebanyak 19 persen.
Total ada 12.700 paket uang baru yang disediakan BI Malang. Masing-masing paket berisi uang baru senilai Rp 5,3 juta. Itu terdiri dari enam pecahan mata uang baru.
Perinciannya, ada pecahan Rp 50 ribu sebanyak 50 lembar. Lalu pecahan Rp 20 ribu sebanyak 50 lembar, pecahan Rp 10 ribu sebanyak 100 lembar, pecahan Rp 5 ribu sebanyak 100 lembar, Rp 2 ribu sebanyak 100 lembar, dan Rp 1 ribu sebanyak 100 lembar. ”Kami batasi tiap orang hanya bisa mendapat satu paket senilai Rp 5,3 juta saja,” papar Indra.
Selain itu, Indra juga menyoroti potensi peredaran uang palsu di tengah masyarakat. Menurutnya tidak ada momentum pasti, namun oknum semacam itu selalu ada. Mengincar masyarakat yang tidak waspada terhadap peredaran uang palsu.
Pihaknya mengimbau masyarakat diharapkan untuk terus menerapkan 3D ketika bertransaksi menggunakan uang rupiah. Yaitu dengan cara diraba, dilihat, serta diterawang. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo