Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Performa Hotel di Kota Malang Selama Februari, TPK Terkoreksi Hingga 5,36 Poin

Nahdiatul Affandiah • Rabu, 8 April 2026 | 11:23 WIB
OKUPANSI LESU: Salah satu petugas membersihkan salah satu kamar yang ada di Hotel Pelangi, kemarin. Okupansi di Hotel Pelangi tidak sampai 30 persen pada bulan Februari. (Foto: Nahdiatul Affandia)
OKUPANSI LESU: Salah satu petugas membersihkan salah satu kamar yang ada di Hotel Pelangi, kemarin. Okupansi di Hotel Pelangi tidak sampai 30 persen pada bulan Februari. (Foto: Nahdiatul Affandia)

 MALANG KOTA-RADAR MALANG - Performa sektor perhotelan di Kota Malang kurang menggembirakan selama Februari. Itu dilihat dari angka Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel dalam bulan itu terkoreksi hingga 5,36 poin secara month-to-month dibanding Januari 2026. Pada waktu itu, TPK bulan Januari 2026 turun 15,89 poin dibanding Desember 2025. 

Tren penurunan tersebut terjadi hingga pertengahan Maret. Setelah itu, baru meningkat signifikan saat Lebaran hingga okupansi mencapai 80 persen. Salah satu faktornya, ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih. 

 ”Bahkan dibanding Februari tahun 2025, okupansi tetap mengalami penurunan 12,45 poin,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Umar Sjaifuddin. Terutama untuk okupansi hotel berbintang. Penurunannya mencapai 44,11 persen, yaitu 4,57 poin secara month-to-month dan 9,50 poin secara year-to-year.

 Sedangkan untuk rata-rata lama tamu menginap, sejumlah hotel di Kota Malang berada di angka 1,39 hari. Dengan dominasi tamu dari Nusantara sebanyak 97,77 persen. Sementara tamu asing yang mengisi mencapai 2,23 persen saja.

 Tim Marketing Pelangi Hotel Arda Orbita menuturkan, okupansi di hotelnya tidak sampai 30 persen pada bulan Februari. Rata-rata tamu menginap hanya satu malam saja. ”Tamu yang datang juga didominasi wisatawan lokal,” ujar Arda.

 Pada awal bulan puasa atau saat pertengahan bulan Februari, okupansi hotelnya justru mengalami penurunan. Sementara untuk pemesanan kamar saat Hari Raya Idul Fitri, terpantau okupansinya mencapai 80 persen di detik-detik terakhir Lebaran.

 Arda sempat menyiasati penurunan kunjungan itu dengan memaksimalkan paket khusus Ramadan. Seperti membuka paket buka puasa all you can eat (AYCE) mulai harga Rp 120 ribu hingga promo halalbihalal mulai Rp 150 ribu. Meski begitu, paket itu tak banyak menolong target okupansi yang belum terpenuhi.

 Di tempat terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Agoes Basoeki mengungkapkan, TPK hotel bulan Februari memang terkoreksi. Yaitu di bawah 80 persen untuk keseluruhan hotel. Dia menganalisis, ada beberapa faktor jadi penyebabnya. ”Kondisi perekonomian memang sudah terlihat membaik, tapi masyarakat masih banyak yang menahan pengeluaran karena saat itu masih mendekati Lebaran,” pungkasnya. Alhasil, ada pertimbangan untuk pergi wisata atau menginap di hotel. (aff/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
#okupansi hotel malang #hotel #wisata malang