MALANG KOTA-RADAR MALANG - Minat masyarakat Kota Malang terhadap mobil listrik terus meningkat. Itu terlihat dari lonjakan pemasangan home charging di wilayah kota. Dalam tiga bulan pertama sejak Januari hingga Maret, total sudah ada 93 pengajuan pemasangan home charging baru.
Perinciannya, ada 25 pengajuan baru di bulan Januari. Lalu bulan Februari meningkat hingga 28 pelanggan. Bulan Maret permintaannya mencapai 40 pelanggan.
”Lonjakan (pemasangan) sudah terjadi sejak tahun 2025, permintaan pemasangan home charging sangat signifikan,” ucap Manager PLN UP3 Malang Agung Wibowo. Total ada 196 pelanggan yang mengajukan pemasangan selama tahun 2025. Sementara tahun ini baru tiga bulan sudah 93 pelanggan yang mengajukan.
Menurutnya, peningkatan itu karena ekosistem mobil listrik juga semakin bagus di Kota Malang. Saat ini Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga makin menjamur. Itu menambah keyakinan peminat mobil listrik untuk menggunakan kendaraan jenis itu.
Daya yang dipasang untuk home charging rata-rata 7.700 VA. Pemasangan itu dikhususkan pengguna mobil listrik. Sementara pengguna sepeda listrik dan motor listrik biasanya hanya tambah daya saja.
Sementara itu, Direktur PT Gatra Perdana Putra Yudi Irawan Wijaya mengatakan, peminat mobil listrik memang meningkat. Meski penjualannya belum meningkat secara drastis. ”Tapi memang masih banyak yang inden juga, jadi belum terkonversi 100 persen ke penjualan,” ujar Yudi.
Sebagai contoh mobil terbaru yang diluncurkan saat GIIAS adalah Wuling Cortez Darion EV dan Wuling Mitra EV. Dua jenis mobil itu otomatis menggenjot angka inden mobil di diler Yudi yang menjual merek Wuling dan Hyundai. Sementara merek Hyundai, keluaran terbaru adalah Hyundai Stargazer Cartenz.
Menurutnya, kunci berjualan mobil EV adalah memberi edukasi kepada pelanggan. Mereka harus diyakinkan penggunaan EV bisa menekan biaya operasional yang tidak terlihat dan terasa. Meski biaya pembeliannya cenderung tinggi. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo