MALANG KOTA-RADAR MALANG- Ada dua skema yang bakal diberlakukan dalam melakukan rotasi jabatan tinggi di Pemkot Malang. Pertama, dengan jobfit dan seleksi terbuka (selter). Proses itu tinggal menunggu persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) saat ini.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, setelah menjabat lebih dari satu tahun, dirinya akan segera melakukan rotasi jabatan. Menurutnya, penilaian kepada pimpinan perangkat daerah sudah rampung dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Tinggal dilakukan rotasi sesuai potensi dan kemampuan masing-masing pejabat.
”Nanti ada jobfit kemudian selter. Untuk keputusan yang mana (digunakan) saya masih konsultasi dengan BKN,” ujar orang nomor satu di Pemkot Malang tersebut. Untuk diketahui, skema jobfit adalah pengisian jabatan yang dilakukan secara langsung oleh wali kota. Dengan melihat hasil kinerja dan kompetensi pejabat tersebut.
Sedangkan untuk selter, pendaftaran dilakukan secara terbuka untuk ASN yang memenuhi syarat. Selanjutnya akan dilakukan proses pemilihan dan keputusan terakhir juga berada di tangan wali kota. ”Kemungkinan nanti jobfit dulu. Kemudian dilakukan selter,” tutur Wahyu.
Menurutnya, penilaian kinerja menjadi dasar utama dalam menentukan pejabat yang layak menduduki jabatan strategis. Evaluasi dilakukan berdasar berbagai aspek. Mulai dari laporan kerja, bagaimana disiplin, hingga tanggung jawab yang telah dijalankan selama ini.
Itu artinya, track record selama menjabat akan digunakan sebagai pertimbangan. Di sini, Pemkot Malang ingin melakukan proses tersebut dengan maksimal.
”Selama satu tahun kami sudah bisa melihat bagaimana kinerja masing-masing. Dari laporan, disiplin, dan tanggung jawabnya,” jelasnya. Dengan pendekatan berbasis kinerja ini, Wahyu optimistis dapat menempatkan pejabat yang benar-benar kompeten dan mampu menjalankan tugas secara optimal. Baginya, yang terpenting adalah kinerja, bukan usia. (adk/gp)
Editor : Galih R Prasetyo