MALANG KOTA, RADAR MALANG - Proses relokasi pedagang Pasar Induk Gadang (PIG) molor lagi. Sebelumnya, Pemkot Malang memberi tenggat waktu pemindahan maksimal 1 April lalu. Dalam perjalanannya, ada kelonggaran yang diberikan sampai 8 April lalu.
Belum kunjung tuntas, deadline itu kemudian diubah menjadi akhir April. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menyampaikan, penyebab lambannya pemindahan pedagang cukup kompleks.
Menurut dia, relokasi tidak hanya sekadar memindahkan barang. ”Ini sudah proses pindah secara bertahap. Saat ini masih ada yang membuat rak, meja, dan kursi untuk mendukung berjualan,” tutur Eko.
Dia menekankan, ketika alat pendukung itu siap, pihaknya memastikan pedagang akan langsung pindah ke tempat relokasi. Jika proses persiapan tidak ada kendala, diskopindag optimistis semua proses selesai sebelum akhir April. Eko memastikan, pemkot tidak tinggal diam untuk percepatan relokasi tersebut.
Cara tidak dilakukan dengan pemaksaan, namun aktif memberi imbauan. ”Semua bangunan relokasi dan bedak ini (berasal) dari swadaya pedagang, bukan dari pemkot,” ucap Eko. Dia menambahkan, wewenang pemkot hanya menyewa lahan di tempat relokasi.
”Saya pastikan tempat relokasinya juga sudah siap, tetapi proses persiapan berjualan memang memakan waktu lama. Mereka harus membangun ulang bedak lagi, kemudian (memindahkan) peralatan lain,” jelasnya.
Terpisah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan bakal terus memantau perkembangan relokasi. Dengan mempertimbangkan keadaan di lapangan, pihaknya memberikan tambahan waktu pemindahan pedagang.
Dia menyebut, pemindahan pedagang tidak boleh mengganggu aktivitas transaksi di titik yang lama. Sehingga membutuhkan waktu yang ekstra untuk hal tersebut. ”Jumlah pedagang mencapai ribuan memang tidak gampang. Saya harap maksimal akhir April,” tegas dia.
Pemilik kursi N1 itu menekankan perlunya percepatan relokasi karena jalan di depan Pasar Gadang harus segera diperbaiki. Pemkot sudah mendapatkan dana dari pemerintah pusat. Namun pelaksanaan proyeknya menunggu relokasi rampung. ”Maka dari itu saya pantau terus relokasinya. Agar perbaikan jalan segera terlaksana,” pungkas Wahyu. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra