Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dapat Keluhan dari Petani, Pemkot Malang Bakal Telusuri Rantai Distribusi Cabai

Andika Satria Perdana • Jumat, 17 April 2026 | 13:14 WIB
DAPATI PROBLEM: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat ambil bagian dalam panen cabai bersama kelompok tani di Jalan KH Malik Dalam, Kedungkandang, kemarin. (DARMONO / RADAR MALANG)
DAPATI PROBLEM: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat ambil bagian dalam panen cabai bersama kelompok tani di Jalan KH Malik Dalam, Kedungkandang, kemarin. (DARMONO / RADAR MALANG)

MALANG KOTA - Tingginya harga cabai di pasaran tidak berbanding lurus dengan pendapatan yang diterima petani. Jika harga cabai Rp 100 ribu per kilogram, petani hanya mendapat setengahnya. Sisanya masuk ke jaringan distribusi.

Itu diketahui saat panen cabai dilakukan Pemkot Malang bersama kelompok tani di Jalan KH Malik Dalam, Kecamatan Kedungkandang, kemarin. Terkait kesenjangan itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat berjanji akan menelusuri penyebabnya. 

Pemkot bakal memastikan persoalan harga tidak dilihat dari sisi produksi. Namun juga menelusuri kemungkinan masalah di rantai distribusi. "Seperti di Kedungkandang petani menjual Rp 40 sampai Rp 50 ribu, tetapi di pasar bisa di atas Rp 100 ribu. Berarti ada selisih yang cukup tinggi, akan kami telusuri," terangnya. 

Wahyu menerangkan, tanaman cabai di Jalan KH Malik Dalam itu berusia empat bulan dan dapat dipanen. Dalam setahun, panen bisa mencapai 15 kali, dengan total produksi sekitar 6 ton. Beras yang dihasilkan itu dari lahan seluas kurang lebih 7.000 meter persegi.

“Artinya, dari sisi produksi sebenarnya cukup dan bisa membantu memenuhi kebutuhan cabai di Kota Malang,” kata dia. Namun, persoalan utama muncul pada pascapanen. Pemerintah menyoroti jalur distribusi yang diduga menjadi penyebab lonjakan harga.

Rantai distribusi dari petani hingga pedagang pasar akan ditelusuri untuk mengetahui titik kenaikan harga paling signifikan. “Kami akan cek bersama, apakah ada margin yang tidak wajar,” tegas dia.

Wahyu mengatakan, pemerintah tidak melarang pelaku usaha mengambil keuntungan. Namun, jika margin terlalu tinggi dan memberatkan masyarakat, akan dilakukan evaluasi hingga tindakan lanjutan. "Kami akan melibatkan aparat kepolisian dan kejaksaan, membuktikan keseriusan pemerintah menelusuri kesenjangan ini," tandas dia. 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan menerangkan, untuk stabilitas harga belum bisa diintervensi secara langsung. Hal yang bisa dibantu pemerintah adalah memastikan produksi lancar. 

Salah satunya dengan memberikan bantuan bibit dan alat produksi.Tak hanya persoalan harga, petani juga dihadapkan masalah lahan yang semakin menyempit. Karena alih fungsi perumahan atau bangunan lainnya. "Dengan bantuan yang diberikan harapannya bisa meringankan petani," tutur Slamet. (adk/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#Wali Kota Malang #petani cabai #Pebisnis #Pemkot Malang #harga cabai