MALANG KOTA-RADAR MALANG - Problem pembuangan sampah liar di kawasan Jodipan dan Muharto masih belum menemukan solusi. Masih ditemukan oknum masyarakat yang membuang sampah di pinggir jalan raya. Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Malang, jenis sampah yang dibuang di tempat itu mulai kering sampai basah.
Demi mencegah hal itu terus terulang, DLH Kota Malang sedang menyiapkan satu Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tambahan. Prosesnya sudah masuk dalam perencanaan.
Plh Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, lokasi TPS tambahan tersebut masih dicari saat ini.
”Untuk TPS skala kecil membutuhkan lahan seluas 100 meter persegi,” ucap Raymond.
Baca Juga: Benahi TPS, Dewan Sarankan Pemkot Maksimalkan CSR dan Minta Bantuan ke Pusat
Jika nantinya harus dilengkapi pengolahan air lindi atau cairan organik yang melewati timbunan sampah, butuh lahan seluas 200 meter persegi. Ukuran tersebut dia klaim cukup ideal.
Raymond menjabarkan, sebetulnya di kawasan Muharto dan Jodipan sudah pernah ada TPS. Tepatnya berada di wilayah Gang 5. Namun, saat ini lahan TPS sudah beralih fungsi menjadi permukiman warga.
Akibatnya, pengelolaan sampah harus dilakukan dengan skema alternatif.
Baca Juga: Pemkot Dukung Pemindahan PSEL ke Kabupaten Malang
”Jadi pengambilan sampahnya di TPS pinggir jalan pada pagi hari. Pengambilannya dalam satu kali angkut,” imbuh Raymond.
Sembari mengatasi kekurangan TPS di sejumlah kawasan, Raymond menyebut, pihaknya akan menyiapkan pengambilan sampah langsung ke rumah. Namun tidak menyasar semua kediaman warga.
Pengambilan sampah langsung ke rumah-rumah dilakukan untuk kawasan permukiman yang mengalami penolakan penambahan TPS. Salah satunya di kawasan Jatimulyo yang menolak karena memperhatikan kenyamanan lingkungan. (mel/gp)
Editor : Galih R Prasetyo