MALANG KOTA - Relokasi pedagang Pasar Induk Gadang (PIG) berjalan lamban. Pemkot Malang menetapkan deadline relokasi kemarin (26/4), namun belum semua pedagang boyongan. Hanya sebagian pedagang yang menempati lapak baru.
Untuk diketahui, jumlah pedagang yang akan direlokasi mencapai 1.200 jiwa. Pemindahan dilakukan untuk melancarkan perbaikan jalan di depan pasar tersebut. Biaya pengerjaan jalan ditanggung pemerintah pusat. Nominalnya mencapai Rp 14 miliar.
Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji kecewa dengan molornya relokasi untuk kesekian kali. Dia menceritakan, mulanya relokasi di-deadline H+8 Lebaran. Tapi pedagang meminta diundur, sehingga ditunda sampai 25 April.
Dia lantas mengungkap penyebab molornya relokasi.
"Seharusnya kemarin (Sabtu, 25/4) sudah tuntas. Kurangnya pengawasan sehingga molor lagi," terangnya.
Bayu meminta pemkot lebih tegas menyikapi relokasi yang berjalan lambat. Dia mewanti-wanti jangan sampai molornya proses ini menghambat program lain. Yaitu perbaikan jalan di depan PIG.
"Masyarakat sudah menantikan perbaikan dimulai kapan. Jangan sampai ketidakpastian ini terus berlanjut," tandas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Dengan kondisi itu, legislator mendesak pemkot lebih tegas. Agar relokasi berjalan lancar. Seharusnya tidak ada toleransi lagi. Tindakan yang bisa dilakukan misalnya pemindahan secara paksa.
"Pemkot harus lebih serius menangani hal ini," tegas Bayu.
Berkaca dari sebelumnya, dia melanjutkan, alasan molornya relokasi karena pedagang masih menyiapkan perangkat pendukung. Seperti meja dan kursi. Serta masih melakukan pembangunan bedak.
Saat dikonfirmasi mengenai molornya relokasi, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi belum menjawab pertanyaan wartawan koran ini. Telepon tidak diangkat, pesan singkat juga tidak direspons.(adk/dan)
Editor : Mahmudan