MALANG KOTA, RADAR MALANG - PKL liar tak akan leluasa beroperasi di tempat relokasi Pasar Gadang. Pemkot Malang sudah menyiapkan strategi untuk menghalaunya.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut, Pasar Gadang nanti bakal dipagari. Itu dilakukan meminimalkan kendaraan parkir sembarangan untuk membeli barang.
Ketika ada pagar, pembeli mau tidak mau harus memarkir kendaraannya terlebih dahulu. ”Nanti akan dibangun pagar yang tinggi, sehingga sulit kalau pembeli melakukan drive thru. Sebelum jalan, juga nanti dibangun tanaman, kami akan tegas melarang PKL,” tandas Wahyu.
Setelah pemindahan pedagang, agenda selanjutnya yakni pemkot menyiapkan proyek perbaikan jalan. Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 14,9 miliar. Bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.
Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji mendukung penuh ketegasan pemkot. Upaya tegas perlu dilakukan agar para pedagang bisa segera pindah ke lokasi relokasi.
”Karena proses relokasinya kan sudah molor. Jangan sampai tambah molor karena kepentingan masyarakat harus diutamakan,” tegas Bayu.
Untuk diketahui, relokasi sebenarnya dijadwalkan tuntas 8 hari setelah Lebaran. Namun pedagang minta ditunda. Sampai tanggal 27 April, relokasi belum juga terlaksana.
Ada beberapa kondisi yang belum memungkinkan. Seperti akses menuju tempat relokasi yang belum memadai. Hingga, lingkungan yang terkesan kumuh.
Bayu mengimbau agar pemkot mengambil langkah khusus. Di samping mengarahkan dan membantu relokasi, pemkot bisa memberi keringanan kepada pedagang.
”Salah satunya keringanan retribusi pada satu bulan pertama. Besarannya bisa sampai nol sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian pemkot,” imbuh legislator PKS tersebut.
Bayu juga sependapat bahwa di lokasi relokasi harus diberi tambahan pagar. Selain untuk alasan keamanan, juga untuk menghalau PKL liar. Pemkot juga perlu melakukan pengawasan secara rutin.
Dengan kerja sama berbagai pihak, Bayu optimistis relokasi segera tuntas dan kawasan di sana menjadi lebih tertata. ”Yang terpenting, tujuan untuk mengurai kemacetan bisa tercapai,” pungkasnya. (adk/mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra