Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Terendam Banjir, Operasional Air Mancur di Alun-Alun Merdeka Macet

Andika Satria Perdana • Rabu, 6 Mei 2026 | 18:07 WIB
SEPEKAN PERBAIKAN: Air mancur di Alun-Alun Merdeka masih ditutup untuk pengunjung. Alat dry fountain-nya mengalami kerusakan, beberapa hari lalu. (Darmono/Radar Malang)
SEPEKAN PERBAIKAN: Air mancur di Alun-Alun Merdeka masih ditutup untuk pengunjung. Alat dry fountain-nya mengalami kerusakan, beberapa hari lalu. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Selain playground, fasilitas air mancur di Alun-Alun Merdeka kini tengah rusak. Penyebabnya karena alat dry fountain-nya terendam banjir, beberapa hari lalu. Diperkirakan, fasilitas itu baru bisa beroperasi normal pada pekan depan. 

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran menjelaskan, genangan air sempat merendam komponen jaringan pompa. Itu lah yang membuat air mancur tidak berfungsi. ”Dengan sistem dry fountain tidak boleh banjir. Kemarin saat hujan lebat, pompa air ikut terendam,” terang Raymond. 

Untuk diketahui, dry fountain merupakan air mancur yang tidak menggunakan kolam. Air akan menyembur dari dalam lantai. Ketika air mancur tidak beroperasi, terlihat seperti permukaan biasa. Untuk mengatasi problem itu, pompa saat ini tengah dikeringkan. 

Raymond memperkirakan proses pengeringan membutuhkan waktu sepekan. Sehingga, diperkirakan pada minggu depan air mancur bisa beroperasi kembali. Selain pengeringan komponen, DLH Kota Malang juga mengevaluasi konstruksi dry fountain

Dari hasil pengecekan sementara, ditemukan celah di bagian tertentu yang memungkinkan air masuk ke dalam sistem. ”Saat sirkulasi air, ada yang masuk ke dalam pompa. Itu karena posisinya memang agak dalam,” jelasnya.

Melihat kondisi itu, perbaikan akan fokuskan pada penguatan struktur jaringan. Termasuk pengecoran ulang pada bagian yang rawan terkena air hujan maupun banjir. ”Agar ketika hujan lebat, genangan air tidak sampai masuk ke dalam mesin,” tandasnya. 

Di tempat lain, Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menuturkan, persoalan di Alun-Alun Merdeka sepertinya susah diatasi. Sebab, jumlah kunjungan di sana cukup banyak. Di sisi lain, DLH punya keterbatasan anggaran perawatan. 

Selama setahun, anggaran perawatan taman hanya Rp 300 juta. Itu dialokasikan untuk 90 taman. Minimnya anggaran itu karena efisiensi pemerintah. ”Kami kasihan dengan DLH, anggaran sedikit tetapi banyak yang diurus. Karena dinas teknis, harus ada pertimbangan penambahan anggaran terutama perawatan taman,” tegas Arief. (adk/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#air mancur alun-alun merdeka #alun-alun merdeka #malang hari ini #alun-alun kota malang