MALANG KOTA, RADAR MALANG - Musim kemarau diperkirakan akan berlangsung lebih panjang tahu ini. Karena itu masyarakat Malang diminta untuk bersiap menghadapi situasi tersebut. Itu karena, ada ancaman kekeringan dan perlu mewaspadai potensi kebakaran.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan, berkaca dari tahun lalu, ada sebanyak 118 kejadian kebakaran di 5 kecamatan. Meski begitu, penyebab kebakaran paling banyak ditemukan karena korsleting listrik di Kota Malang. Namun, ada beberapa kejadian karena cuaca panas dan gas elpiji meledak.
Baca Juga: Pemkot Malang Mulai Siapkan Mitigasi Bencana Kebakaran untuk Antisipasi Ancaman Musim Kemarau
”Untuk kawasan yang menyumbang kejadian kebakaran paling banyak adalah Kecamatan Lowokwaru dengan jumlah 30 kejadian,” ungkap Pandu. Disusul Kecamatan Kedungkandang sebanyak 26 kejadian, Kecamatan Sukun 24 kejadian, Kecamatan Klojen dan Blimbing masing-masing 19 kejadian.
Sementara untuk lokasi kebakaran paling banyak di permukiman dengan jumlah 45 kejadian. Selain itu, kebakaran bisa terjadi pada instalasi listrik seperti gardu PLN. Jumlahnya mencapai 19 kejadian.
”Kami juga pernah menangani 12 kejadian kebakaran di pertokoan dan lahan kosong yang mencapai 15 kejadian,” sambung Pandu. Sisanya terjadi di restoran hingga kendaraan.
Menurutnya, kebakaran juga bisa terjadi akibat adanya kelalaian saat membakar sampah yang bisa memicu api besar. Lalu kebakaran karena unsur kesengajaan.
Contoh lain kebakaran karena adanya perambatan api atau panas dengan jumlah 5 kejadian. Perambatan umumnya terjadi akibat gesekan ranting kering dengan instalasi listrik, terutama saat musim kemarau. Karena itu, pihaknya mengingatkan potensi kebakaran saat kemarau. Lalu penting agar tidak membakar sampah sembarangan. (mel/gp)
Editor : A. Nugroho