MALANG KOTA, RADAR MALANG – Problem di Pasar Blimbing masih belum menemui titik terang. Sudah 15 tahun pedagang di sana masih menunggu kejelasan kabar revitalisasi. Untuk mengurai problem itu, Pemkot Malang memprioritaskan penyelesaian dengan adendum atau perubahan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut, penyelesaian masalah di Pasar Blimbing terus berjalan. Pertemuan terakhir antara Pemkot Malang, DPRD Kota Malang, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sudah dilakukan Desember 2025 lalu. Hasilnya ada tiga kesepakatan.
Baca Juga: Breaking News: Pasar Murah Klojen, Blimbing, dan Sukun Ditunda setelah Ricuh di Kedungkandang
Pertama APBD Kota Malang bisa masuk jika ada adendum PKS. Selanjutnya ada negosiasi ulang antara Pemkot dan investor dengan rekomendasi strategis dari DPRD. ”Terakhir tidak boleh ada pihak lainnya masuk membangun sebelum status PKS selesai,” terangnya.
Dengan kesepakatan itu, pihaknya tidak bisa memutus atau mencabut perjanjian. Menurut dia, langkah tersebut berpotensi memunculkan persoalan hukum baru. ”Pihak ketiga tidak akan tinggal diam ketika langsung diputus. Kami khawatir justru masuk ke proses hukum yang panjang dan tidak selesai,” ujar Wahyu.
Dia menambahkan, pihaknya terus berupaya untuk berkomunikasi melakukan adendum dengan pihak ketiga. Apabila adendum itu terwujud, pihaknya baru mempertimbangkan langkah berikutnya. Tetap melanjutkan kontrak atau justru memutus perjanjian.
Baca Juga: Badan Pemeriksa Keuangan Minta Pemerintah Kota Malang Adendum Revitalisasi Pasar Blimbing
Upaya lain yang dilakukan yakni melakukan pendekatan dengan pedagang. Sembari menunggu kepastian hukum dari penjajakan adendum kerja sama yang masih berjalan. Gambaran besarnya, pendekatan mengacu penataan Pasar Gadang yang dinilai cukup berhasil. ”Biasanya pedagang kalau sudah tahu langkah-langkah dilakukan, dan terlihat hasilnya akan lebih mudah. Karena terlihat keseriusan pemerintah, sehingga menjadi pertimbangan,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi memastikan penataan pasar dilakukan secara bertahap. Saat ini pihaknya fokus menyelesaikan Pasar Induk Gadang dan Pasar Kebalen.
Meski begitu, Pasar Blimbing termasuk menjadi salah satu prioritas. ”Satu per satu pasar akan kami tata. Pasar Blimbing tetap menjadi perhatian kami,” tandasnya. (adk/by)
Editor : A. Nugroho