Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Polinema Bakal Cek Ulang Keamanan Gedung setelah Terjadi Kebakaran di Lab Motor Listrik

Nabila Amelia • Rabu, 13 Mei 2026 | 16:13 WIB
KORSLETING: Petugas Damkar Kota Malang memeriksa area di Laboratorium Motor Listrik Jurusan Teknik Mesin (JTM) Polinema yang terbakar pada Senin malam (11/5). (UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang for Radar Malang)
KORSLETING: Petugas Damkar Kota Malang memeriksa area di Laboratorium Motor Listrik Jurusan Teknik Mesin (JTM) Polinema yang terbakar pada Senin malam (11/5). (UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang for Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Setelah Laboratorium Motor Listrik Jurusan Teknik Mesin (JTM) terbakar Senin malam (11/5), Politeknik Negeri Malang (Polinema) langsung menyiapkan tindak lanjut. Untuk mencegah kejadian serupa terulang lagi, mereka bersiap melakukan pengecekan ulang terhadap fasilitas keamanan di semua gedung.

Menurut Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Pandu Rizki Darmawan, laporan kebakaran masuk pada Senin malam pukul 21.18. Pelapornya yakni seorang warga bernama Rosa Andrie Asmara, yang tinggal di Jalan Terusan Ambarawa, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru. 

Pihaknya mengirim 13 personel dan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Para personel tiba pukul 21.32. Proses pemadaman dimulai pukul 21.33. ”Pemadaman dilakukan terhadap area yang terdampak. Luasnya sekitar 40 meter persegi,” kata Pandu, kemarin (12/5).

Pada pukul 21.53, api baru dinyatakan benar-benar padam. Pandu menyebut, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian.

”Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta. Sebab ada beberapa kerusakan. Selain itu ada beberapa benda yang terbakar yakni satu motor dan perlengkapan baterai litium. Kalau perangkat elektronik lain bisa diselamatkan,” kata mantan Sekretaris Kelurahan Tunjungsekar tersebut.

Di tempat lain, Direktur Polinema Ir Supriatna Adhisuwignjo ST MT menjelaskan, berdasar laporan awal, kebakaran dipicu komponen baterai litium dari tugas akhir yang korsleting. Itu memicu api di material sekitarnya.

”Jika terjadi short circuit atau korsleting listrik, maka bisa menimbulkan percikan bunga api listrik. Bunga api jika mengenai benda atau material yang mudah terbakar, itu bisa menimbulkan kebakaran,” sebut Supriatna. Material yang dimaksud seperti kertas, fiber, kain, dan benda-benda lain yang mudah terbakar.

Dia menyebut kebakaran bisa teratasi karena sistem sprinkler ruangan berfungsi dengan baik. Para petugas pengamanan juga segera melakukan penanganan awal menggunakan APAR (Alat Pemadaman Api Ringan).

Dia menyebut bahwa saat kejadian kondisi laboratorium tengah kosong. Sebab untuk kuliah praktikum di Polinema, rata-rata sudah berakhir pukul 18.00. Dengan demikian tidak ada kegiatan kuliah praktikum pada malam hari.

Setelah kejadian, Supriatna memastikan bakal mengaktifkan peran Komite K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Selain itu, pengecekan ulang terhadap seluruh fasilitas keamanan gedung juga dilakukan. (mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#kebakaran Polinema #kebakaran #malang hari ini #Polinema #damkar kota malang