MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pembahasan rerouting atau perubahan trayek angkot sudah diagendakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Paling lambat bakal dimulai bulan depan.
Saat ini, Pemkot Malang masih fokus melakukan persiapan akhir program angkutan pelajar gratis. Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan, tahun ini ada dua program prioritas di dinasnya.
Pertama, angkutan pelajar gratis bakal dijalankan bulan ini. Sedangkan rerouting angkot masih dalam tahap pembahasan dengan paguyuban.
Jaya mengatakan, rute angkot ditetapkan terakhir pada 1989. Karena itu perlu perubahan trayek untuk menyesuaikan kondisi saat ini. Salah satu kebutuhan untuk angkot yakni sebagai feeder (angkutan penghubung) Bus Trans Jatim. ”Kami usahakan bulan depan ada pembahasan lebih lanjut rerouting untuk feeder,” ujar dia.
Dia memastikan, kajian rute baru itu telah disampaikan kepada paguyuban angkot. Namun teknisnya belum bisa disampaikan ke publik.
Sebab masih ada kemungkinan terjadi perubahan dalam proses pembahasan. ”Kajian sudah dilakukan sejak tahun lalu. Tinggal pembahasan final dengan teman-teman angkot,” tutur Jaya.
Meski belum menyebut secara spesifik rute baru, Jaya memberikan sedikit gambaran. Yakni rute angkot akan dibuat lebih menjangkau masyarakat di perumahan.
Sehingga tidak hanya fokus di jalan raya atau protokol. ”Intinya sopir angkot juga mendukung perubahan ini, karena trayek lama banyak mati suri disebabkan karena sepinya penumpang,” tandasnya.
Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono membenarkan sudah ada pembahasan rerouting angkot. Itu sudah dibahas bersama dengan angkutan pelajar. ”Kalau angkutan pelajar untuk siswa sekolah. Sedangkan rerouting disiapkan sebagai feeder,” ucapnya.
Dengan konsep feeder, Purwono mengatakan bahwa angkot akan difokuskan untuk membantu operasional Bus Trans Jatim. Direncanakan mereka akan membawa penumpang dari lingkup lebih kecil, kemudian mengantarkan ke halte-halte bus tersebut.
”Angkot misalnya bisa menunggu di perumahan. Selanjutnya penumpang itu akan dibawa ke Bus Trans Jatim,” jelasnya. Pria yang akrab disapa Ipung itu mengatakan, sopir angkot tidak keberatan ada perubahan rute. Jika memang rerouting ini memiliki potensi lebih besar dengan trayek yang sekarang. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra