MALANG KOTA, RADAR MALANG - Jadwal start dua megaproyek drainase mundur dari perkiraan awal. Sebelumnya, Pemkot Malang memprediksi pembangunan drainase di Jalan Bondowoso dan Jalan Letjen Sutoyo bisa dimulai bulan Juni. Dalam perkembangannya, jadwal itu mengalami perubahan.
Paling cepat dua proyek tersebut bisa dimulai bulan Juli. Paling lambat bulan Agustus. Rencana pembangunan dua drainase itu merupakan lanjutan masterplan drainase yang digagas Pemkot Malang. Pada 2025, sudah dilakukan pembangunan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) dengan bantuan dari Pemprov Jatim.
Tahun ini, Pemkot Malang kembali mendapatkan bantuan pembangunan drainase lewat program Bank Dunia. Yakni National Urban Flood Resilience Project (NUFReP). Seperti diberitakan sebelumnya, seharusnya proyek itu bisa dimulai Juni. Tanda tangan kontrak untuk pengerjaan dua proyek tersebut maksimal dilakukan pada 23 April.
Namun hingga bulan Mei, belum ada tanda-tanda progres kontrak tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menyebut, proyek itu masih masuk proses lelang.
”Lelangnya semua di pemerintah pusat, kami masih menunggu prosesnya selesai. Pemerintah daerah tinggal menunggu jadi,” kata dia. Karena bantuan dari Bank Dunia, Pemkot Malang tidak perlu menganggarkan dana pendamping. Itu berbeda dibanding pembangunan drainase Soehat.
Saat itu, Pemkot Malang harus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan drainase sekunder. Selain itu juga ada alokasi anggaran untuk pemotongan pohon dan penertiban utilitas. ”Jika lelangnya selesai bulan Juni, akan dimulai Juli mendatang. Paling lambat dimulai Agustus,” terang Dandung.
Sesuai rencana, pengerjaan drainase itu bakal memakan waktu 18 bulan atau 1,5 tahun. Hal lain yang berbeda dari proyek drainase di Soehat yakni tidak adanya penebangan pohon. Sesuai survei dengan pemerintah pusat, tidak memerlukan penebangan karena tidak ada pohon yang berdiri di atas saluran drainase.
”Tidak terlalu banyak persiapannya, kami hanya memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan dimulai pengerjaan drainase,” jelas dia. Ketika pengerjaan dilakukan di Jalan Letjen Sutoyo, diperkirakan bakal ada penyesuaian lalu lintas.
Selama proyek berlangsung, kendaraan tidak bisa melintas di jalur lambat. Mereka hanya melintas di jalur kembar Jalan Jaksa Agung Suprapto sampai Jalan Letjen Sutoyo. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menuturkan, pengerjaan dua proyek drainase itu merupakan implementasi masterplan drainase bebas banjir tahun 2028.
Dia menegaskan, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan dalam setahun. Butuh tahapan yang panjang agar Kota Malang benar-benar nihil genangan air. ”Soehat sudah kami selesaikan, sekarang akan fokus untuk Letjen Sutoyo dan Jalan Bondowoso,” tuturnya.
Wahyu menambahkan, penyelesaian masalah banjir tidak bisa dilakukan dengan pembangunan drainase saja. Perlu kesadaran masyarakat untuk ikut mencegah. Dia mencontohkan seperti di drainase Soehat.
Meski sudah dibangun jaringan drainase baru, tetap muncul genangan air karena menumpuknya sampah. Selain itu juga terdapat bangunan liar yang akhirnya membuat arus tersendat.
”Kami juga minta masyarakat membantu menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Karena ketika normalisasi sungai, saya pernah menemukan kasur,” tambah Wahyu. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra