MALANG KOTA – Tren investasi rumah kos (rukos) di Kota Malang makin menggeliat. Umumnya menyedot investor dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pegawai swasta dari luar daerah. Mereka tertarik karena model investasi mudah, minim risiko, dan menjanjikan passive income di hari tua.
Kelemahannya, pemilik baru bisa balik modal alias Break Event Point (BEP) paling cepat enam tahun. Rukos kini menjadi ladang cuan jangka panjang yang tak bisa dipetik dalam sekejap.
Agus, salah satu pemilik rukos di Jalan Perum Joyo Grand, Lowokwaru mengaku sudah investasi sejak 2023. Saat itu dia membeli rukos dari Tomoland seharga Rp 2,6 miliar. Itu sudah termasuk harga pajak dan biaya surat-menyurat.
”Total saya mendapat kos 18 kamar. Kalau okupansi 100 persen terus, bisa BEP paling cepat 7 sampai 8 tahun dengan menyertakan kenaikan harga properti,” ujar Agus kemarin.
Pria yang berdomisili di Jakarta itu melihat potensi investasi di Kota Malang sangat besar. Terutama setelah melihat kampus-kampus besar letaknya berdekatan. Alasannya investasi melalui rukos untuk menyiapkan dana pensiun.
Agus bersama istrinya bakal pensiun sekitar 7-8 tahun lagi. Oleh karena itu, butuh investasi dana yang terus bergerak dan tumbuh seperti rukos. Ditambah melihat potensi kompleks rukos yang dibangun Tomoland yang memiliki ekosistem baik, diyakini berpotensi diserbu mahasiswa.
Rukos milik Agus sudah beroperasi selama satu tahun. Dia memakai jasa manajemen dari pengembang dan tinggal menerima pemasukan bersih tiap tiga bulan.
“Sharing profitnya mulai Rp 50 juta sampai Rp 55 juta. Itu sudah saya terima bersih karena sudah dipotong biaya perawatan kos dan lainnya,” papar Agus.
Untuk penentuan harga sewa kos, Agus banyak dibantu pihak pengembang. Dia menyewakan kamar kosnya mulai harga Rp 1,5 juta hingga Rp 1,6 juta per bulan. Penyewa sudah mendapat kamar full furnished lengkap dengan springbed, lemari, meja belajar, smart TV, AC, hingga water heater.
Fasilitas unit sudah diawasi 3-4 CCTV. Ditambah fasilitas kompleks rukos seperti joging track, parkir komunal, masjid, Ruang Terbuka Hijau (RTH), club house berisi kafe dan resto, hingga kolam renang dan co-working space.(aff/adk/dan)
Editor : Mahmudan