MALANG KOTA - Rute angkutan kota (angkot) bakal diperluas. Dinas Perhubungan (Dishub) menjanjikan rute transportasi umum itu bisa masuk sampai perumahan. Rencana itu bakal dimatangkan dalam rerouting atau pengalihan trayek angkot.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, penyesuaian trayek bakal mempertimbangkan perkembangan wilayah dan kebutuhan masyarakat. Pembahasan rerouting angkot akan dilakukan setelah program angkutan pelajar gratis diluncurkan.
”Kami saat ini fokus persiapan angkutan pelajar. Kemudian akan dilakukan pembahasan rerouting,” terang Jaya kemarin.
Jaya menuturkan, selama ini trayek yang digunakan masih berpatokan pada jalur yang ditetapkan pada 1989 silam. Seiring perkembangan zaman, rute tersebut dinilai tidak relevan lagi. Sebab tumbuhnya kawasan perumahan memerlukan penyesuaian jalur, sehingga angkot mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.
"Misalnya perumahan-perumahan di Sawojajar, tidak semua dilalui angkot. Kawasan itu bisa menjadi opsi penambahan rute,” ungkap Jaya.
Meskipun bakal menjangkau ke perumahan, dia menekankan, tidak semua wilayah bisa dilalui angkot. Jika perumahan itu ternyata tidak memiliki ruas jalan yang terlalu lebar, tidak berpeluang dilintasi angkot.
"Nanti kami lihat kelas jalannya (di perumahan). Tidak mungkin angkot akan masuk kampung kecil," tandasnya.
Jaya mengatakan, pembahasan rerouting bukan hal yang baru. Kajian sudah dilakukan pada 2025 dan beberapa sudah dibahas dengan paguyuban angkot. Hanya saja, tahun ini pembahasan akan jauh lebih intens.
”Masa pensiun saya akan berakhir Desember depan. Sehingga tugas yang akan diselesaikan angkutan pelajar dan rerouting," ucap pria kelahiran Ambon itu.
Di tempat lain, Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mendukung perombakan rute untuk perluasan jangkauan angkot. Menurutnya, angkot harus segera terhubung dengan Bus Trans Jatim.
"Pemkot harus segera merealisasikan janjinya. Karena ketika Bus Trans Jatim beroperasi, harus ada feeder," tegasnya.(adk/dan)
Editor : Mahmudan