MALANG KOTA, RADAR MALANG - Tak semua pemilik modal mau repot-repot mengelola propertinya ketika memutuskan investasi ke rumah kos (rukos). Untuk itu, manajemen Tomoland juga menyediakan opsi titip kelola kos. Dengan modal mulai Rp 1,2 miliar sampai Rp 4,7 miliar, pemilik modal bisa terima bersih profitnya tiap tiga bulan.
Sistem yang digunakan untuk mengelola kos bersama pemilik modal adalah dengan bagi hasil. Bagian marketing dan pemeliharaan kos diserahkan pada manajemen Tomoland. Per tiga bulan, pemilik kos menerima profit dengan potongan operasional kos mulai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta per bulan saja.
“Kami sharing profitnya 80 persen untuk owner dan 20 persen untuk manajemen,” ujar Afan Gaspar, Direktur Tomoland.
Sebagai contoh satu unit rumah kost memiliki profit Rp 20 juta per bulan dipotong biaya operasional Rp 2 juta. Hasilnya profit sisa Rp 18 juta, sebanyak Rp 14,4 juga masuk kantong owner dan Rp 3,6 juta untuk jasa manajemen.
Biaya operasional rukos itu meliputi tagihan WiFi, kebersihan, dan IPL serta listrik induk. Dengan begitu para owner tinggal memantau dari jauh saja terkait operasional kosnya.
Rutin per tiga bulan, owner tinggal menerima laporan terperinci, termasuk sharing profit dari pengelola. (*)
Nahdiatul Affandiah
Editor : A. Nugroho