Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Angka Harapan Hidup Lansia di Jawa Timur Sentuh 75,36 Persen, Ternyata Ini Kuncinya

Nabila Amelia • Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:12 WIB
BERI DUKUNGAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengunjungi UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Provinsi Jatim, kemarin (29/5).
BERI DUKUNGAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengunjungi UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Provinsi Jatim, kemarin (29/5).

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Berbagai upaya dilakukan untuk menunjang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur. Salah satunya, meningkatkan usia angka harapan hidup lansia. Saat ini angka harapan hidup lansia di Jawa Timur menyentuh angka 75,36 persen.

Menurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani, usia angka harapan hidup lansia mengalami peningkatan. ”Kalau dari tahun sebelumnya (2025) naik satu persen. Dulu sekitar 74 persen,” ungkap dia saat melakukan kunjungan ke UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Provinsi Jatim, kemarin (29/5).

Grafis Jurs Tingkatan Angka Harapan Lansia
Grafis Jurs Tingkatan Angka Harapan Lansia

Agar usia angka harapan hidup lansia semakin meningkat, Pemprov Jatim telah mencanangkan sejumlah program. Di daerah, program-program untuk lansia didukung komisi daerah lanjut usia (Komda Lansia), termasuk di Kota Malang. Restu melihat, Komda Lansia di Kota Malang menjadi salah satu contoh karena memiliki pelayanan terbaik terhadap lansia. 

Selain Komda Lansia, pemprov juga rutin menyalurkan sejumlah bantuan untuk lansia. Di antaranya, zakat produktif yang berasal dari BUMD. Zakat produktif disalurkan kepada 100 lansia. Besarannya adalah Rp 500 ribu.

Baca Juga: Hilang Dua Hari, Lansia Asal Wagir Malang Ditemukan Tewas di Sumur Tua, Ada Indikasi Pembunuhan?

Kemudian ada rombong untuk lansia yang masih ingin berdaya dan berusaha. Terutama lansia yang menjadi tulang punggung keluarga karena dititipi cucu orang tua yang mungkin sudah bercerai, meninggal, atau mengalami kondisi lainnya.

Ada pula bantuan permakanan untuk lansia se-Jawa Timur. Besaran bantuan permakanan yang disalurkan senilai Rp 450 juta. ”Di samping itu untuk lansia yang termasuk kategori penerima PKH plus yang tidak berdaya, ada jaminan hidup. Setiap tahun, alokasinya senilai Rp 108 miliar,” sambung Restu.

Lebih lanjut, Restu berharap ke depan program untuk lansia semakin bervariasi hingga ke tingkat desa atau RT dan RW. Bentuknya bisa berupa posyandu lansia, salon lansia, sampai dengan terapi lansia.

Baca Juga: Lansia Meninggal setelah Tertabrak Sepeda Motor di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang

Ditanya terkait konsep posyandu lansia, Restu menyampaikan bisa difungsikan untuk memberikan pelayanan kesehatan. Mulai cek kesehatan, tinggi badan, berat badan, pemeriksaan mata, hingga pendampingan psikis.

Dalam posyandu lansia juga bisa dilengkapi terapi. Apalagi lansia rentan mengalami linu-linu hingga stroke. Mereka bisa mendapatkan edukasi terkait asupan makanan dan pola hidup sehat. (mel/gp)

Editor : A. Nugroho
#HLUN #komda Lansia #ipm #lansia