MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pengerjaan Jembatan Sonokembang di Jalan Simpang Sulfat Utara, Kecamatan Blimbing diklaim sudah mencapai 38 persen. Untuk diketahui, proyek itu sudah dimulai sejak 26 Februari lalu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPURPKP) Kota Malang R Dandung Djulharjanto mengatakan, ada beberapa pengerjaan yang sudah dilakukan.
Seperti penggalian. Kemudian ada pengecoran untuk membuat abutment (struktur di bawah jembatan). Fungsi abutment untuk menopang fondasi jembatan.
”Pekan ini pengerjaan dilanjutkan dengan pemasangan box culvert. Lalu ada pembuatan sayap di sisi selatan jembatan,” sebut Dandung. Jika abutment dan lantai jembatan selesai dibangun, jembatan utama bisa dilewati.
Untuk sekarang, kendaraan harus melintas secara bergantian menggunakan jembatan bailey. Sementara jembatan utama masih ditutup menggunakan pagar dari seng. Dandung memastikan pengerjaan jembatan masih sesuai jadwal.
Karena itu pihaknya belum berniat menambah personel atau melakukan percepatan. ”Tidak ada keterlambatan. Pengerjaannya terbilang plus dan sesuai schedule,” imbuhnya. Untuk diketahui, pengerjaan Jembatan Sonokembang menggunakan dana dari APBD 2026.
Anggarannya mencapai Rp 5,2 miliar. Panjang jembatan utama yang dikerjakan yakni 20 meter. Jika tak ada halangan, pengerjaan akan selesai sesuai kontrak pada 15 Juli mendatang. Pemkot berharap pengerjaannya bisa selesai sebelum periode itu.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi mengapresiasi perkembangan pengerjaan Jembatan Sonokembang. Meski begitu, dia meminta pemkot tidak berpuas diri.
”Kami berharap Jembatan Sonokembang selesai tepat waktu. Karena jembatan itu merupakan akses vital yang biasa dilewati warga,” ucap Dito. Utamanya warga yang melintas dari Jalan Raya Sulfat menuju ke Jalan Laksda Adi Sucipto. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra