”Salah siji cirine wong tewur biasane ngomong ngene: mene tak balekno jam setengah songo pas,”
MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sebelum setengah rolas, istilah ini sudah dipergunakan lebih dulu. Maknanya sama, yakni menggambarkan seseorang yang telat berpikir. Atau, seseorang yang bertindak kurang tepat.
”Artinya sama seperti mengong dan pekok. Menggambarkan seseorang yang kurang tanggap atau lambat dalam memahami sesuatu,” kata Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati. Dia menyebut bahwa kalimat itu merupakan bahasa slang khas Malang.
Kunci katanya ada di kata songo atau sembilan. ”Songo diambil dari kata songong. Dalam Bahasa Jawa, songong sama artinya dengan mengong,” imbuh dia. Analisis lain menyebut bahwa setengah songo merupakan kepanjangan dari istilah ngah ngoh.
Restu memperkirakan istilah tersebut sudah ada sejak 1970-an. Saat itu, istilah tersebut sudah jamak digunakan warga di Malang Raya. Sampai saat ini, beberapa orang masih menggunakannya. (biy/by)
Editor : A. Nugroho