Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fenomena Bediding Bikin Malang Raya Menggigil, Begini Penjelasan Ahli

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Minggu, 7 Juni 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi cuaca dingin. (Sumber: Unsplash).
Ilustrasi cuaca dingin. (Sumber: Unsplash).

MALANG, RADAR MALANG – Beberapa hari terakhir, warga Malang Raya mengeluhkan suhu dingin ekstrem di malam hingga menjelang pagi hari. Embusan angin dingin dan kering tersebut dirasakan warga Malang Raya meski sedang memasuki musim kemarau.

Fenomena tersebut biasa disebut dengan istilah bediding oleh orang Jawa. Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Linda Fitrotul menyampaikan bahwa bediding terjadi secara rutin selama satu tahun sekali. Fenomena musiman ini muncul karena pergerakan angin muson Australia. Pergerakan angin tersebut membawa udara kering dan dingin.

Baca Juga: 4 Dampak Fenomena Bediding Yang Perlu Diwaspadai Warga Malang

"Bediding merupakan kondisi dengan suhu lingkungan lebih dingin dibandingkan normalnya, ini merupakan siklus musiman dan ditandai dengan aktifnya angin monsun timuran yang sifatnya kering dan dingin," ujarnya, Kamis (4/6).

Selain itu, Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno mengungkapkan bahwa suhu dingin yang melanda dipicu adanya kombinasi El Nino dan musim kemarau. Fenomena ini juga dipengaruhi embusan angin muson Australia, kondisi tersebut juga disebabkan minimnya lapisan awan saat musim kemarau tiba sekaligus rendahnya intensitas hujan.

Baca Juga: Bediding di Malang Raya, BMKG Ungkap Penyebab Udara Terasa Menggigit

"Mengapa suhu anjlok drastis, karena minimnya tutupan awan, panas bumi siang hari terlepas bebas ke angkasa saat malam, dan suhu permukaan menjadi anjlok," ujar Prayitno, Selasa (2/6).

Prayitno menjelaskan bahwa angin muson timur yang berasal dari Australia membawa udara kering yang memasuki wilayah Malang Raya, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

"Akibatnya, suhu udara pada dini hari hingga pagi hari menjadi lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya," pungkasnya.

Editor : Aditya Novrian
#Malang Raya #bediding