MALANG KOTA-RADAR MALANG - Di tengah efisiensi anggaran, Pemkot Malang tak mengesampingkan pasar tradisional. Perhatian khusus akan diberikan dengan melakukan perbaikan di sektor itu pada tahun ini. Total ada delapan pasar yang mendapat perawatan tahun ini.
Namun, skala revitalisasi tergolong kecil. Salah satu perbaikan yang dilakukan berupa pemenuhan kebutuhan pasar. Tidak sampai dilakukan perombakan total.
Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang Ni Luh Putu Eka Wilantari mengatakan, delapan pasar yang menjadi prioritas perbaikan tersebar di beberapa wilayah. Di antaranya, Pasar Tawangmangu, Pasar Bunul, Pasar Klojen, Pasar Mergan. Kemudian Pasar Comboran Baru Timur, Kedungkandang, Madyopuro, dan Bareng.
Eka mengatakan, perbaikan yang dilakukan menyesuaikan kebutuhan masing-masing pasar. Sebagian besar berupa pembenahan fasilitas yang kondisinya mendesak untuk ditangani. ”Karena anggaran terbatas kami pilih yang mendesak, dan perbaikan tidak terlalu besar,” ujarnya.
Dia mencontohkan, seperti di Pasar Bunul. Sejumlah pembenahan dilakukan sebagai bagian dari persiapan menuju pasar berstandar nasional. Meliputi pengecatan, pengelolaan kompos, hingga pembenahan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Sementara itu, perbaikan di pasar lainnya difokuskan pada sarana fisik. Seperti perbaikan bagian talang air yang membutuhkan penanganan segera. Untuk meminimalkan kebocoran Pasar. Di antaranya di Pasar Madyopuro, Tawangmangu, dan Pasar Bareng.
Untuk Pasar Klojen, Diskopindag berencana melakukan modifikasi pada salah satu sisi bangunan dengan menambahkan ventilasi. Langkah ini diharapkan menghadirkan suasana yang lebih nyaman bagi pengunjung. Perbaikan itu bisa membuat pengunjung melihat pemandangan kereta yang melintas dan lebih terbuka.
Dia menyampaikan, terdapat lebih dari delapan pasar yang diusulkan mendapat perbaikan tahun ini. Namun kebijakan efisiensi anggaran membuat pemerintah harus melakukan penyaringan untuk menentukan prioritas. ”Kami menentukan prioritas pasar berdasar kondisi dan tingkat urgensi,” tandasnya.
Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji mencontohkan, seperti di Pasar Tawangmangu. Keadaan Pasar yang kurang nyaman membuat pedagang banyak memilih berjualan di luar. Sehingga kesannya seperti PKL liar.
”Kalau dibiarkan terus di luar bisa seperti Pasar Kebalen. Sehingga kami minta pemkot segera melakukan penertiban dan membenahi pasar tersebut,” tandasnya. Dia percaya, kondisi pasar yang nyaman bisa meningkatkan jumlah pengujung. (adk/gp)
Editor : Galih R Prasetyo