MALANG KOTA, RADAR MALANG - Rencana penambahan koridor Bus Trans Jatim di Malang Raya telah sampai ke telinga sopir angkot di Kota Malang. Mereka tidak keberatan dengan rencana tersebut. Para sopir angkot hanya mendesak Pemkot Malang segera merealisasikan janjinya, yaitu operasional angkutan pelajar.
Ketua Serikat Sopir Indonesia (SSI) Kota Malang Stefanus Hari Wahyudi menerangkan, pihaknya mengetahui informasi penambahan rute Bus Trans Jatim itu melalui media sosial. Belum ada sosialisasi langsung dari Pemkot Malang maupun Pemprov Jatim.
Terkait hal itu, Hari sebagai perwakilan angkot bakal mengirimkan surat langsung kepada Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Isi surat tersebut bukan penolakan operasional Bus Trans Jatim. ”Kami akan ajukan surat agar angkutan pelajar segera beroperasi,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Sam Obek itu menambahkan, jika koridor Terminal Hamid Rusdi hingga Terminal Talangagung resmi dibuka, itu tidak memberi efek serius kepada sopir angkot di Kota Malang. ”Kalau teman-teman angkot daerah lain (kabupaten) kami belum mendapatkan informasi menolak atau tidak,” terangnya.
Dia menyebut bahwa efeknya akan berbeda jika koridor baru itu kembali melintas di Kota Malang. Sam Obek menegaskan, harus ada pembicaraan lebih lanjut dengan sopir angkot. Karena itu akan bersinggungan dengan trayek mereka.
”Kalau tambahan rutenya melintas di kota, kami akan berada di garis depan. Harus ada komunikasi dulu,” tegas sopir jalur LDG tersebut. Sam Obek juga menyayangkan kurang cepatnya realisasi angkutan pelajar.
Saat Pemprov Jatim sudah melakukan pembahasan koridor dua Bus Trans Jatim koridor, pemkot belum bergerak merealisasikannya.
”Seharusnya pemkot bisa mengimbangi, ini angkutan pelajar masih belum jelas. Dikhawatirkan nanti menjadi masalah di lapangan ketika koridor selanjutnya beroperasi,” tambah dia.
Dia memastikan, untuk kesiapan dari sopir angkot sudah 100 persen. Pihaknya melalui paguyuban telah melakukan seleksi kepada sopir yang bakal menjalankan angkutan pelajar. ”Semua persyaratan sudah kami penuhi. Tinggal menunggu dimulai saja,” imbuh ketua forum komunikasi paguyuban angkot itu.
Di tempat lain, Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi juga menyayangkan lambannya realisasi angkutan pelajar. Alasan masih seputar regulasi yang belum turun.
”Kan rencananya ada dua fungsi dari angkot. Bisa sebagai angkutan pelajar dan feeder. Kami berharap segera beroperasi,” tegasnya.
Arief mengatakan, jika rencana itu dibiarkan terus menerus, bisa menimbulkan keresahan di kalangan pelaku angkutan kota. Sebab, sebelumnya sudah ada komitmen yang dibangun antara pemerintah dengan sopir angkot.
”Keterlambatan pelaksanaan program itu ibarat membiarkan api dalam sekam. Karena komitmen terhadap para pengusaha angkot yang pernah dibangun tidak segera terealisasi,” tegasnya. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra