RADAR MALANG-Gejolak ekonomi nasional berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Salah satuntya untuk pembelian durable goods atau barang tahan lama seperti sektor kendaraan. Rata-rata diler mobil bekas di Kota Malang merasakan penurunan penjualan 20 persen hingga 80 persen.
Saat ini mayoritas mobil bekas yang terjual berada di bawah harga Rp 100 juta. Salah satu diler mobil bekas bernama J’Co Mobil di Kecamatan Sukun menyampaikan, penurunan penjualan signifikan. Daya beli masyarakat yang menurun drastis mulai mereka rasakan sejak tahun 2024.
”Karena minat masyarakat turun, mau tidak mau kami harus menyesuaikan harga juga,” ujar Ony, admin diler J’Co Mobil. Beberapa mobil dijualnya dengan harga di bawah harga beli. Menyesuaikan harga pasaran jenis mobil bekas saat ini serta kondisi mobilnya.
Beberapa mobil bahkan ada yang tidak laku hingga tiga tahun. Padahal pihaknya harus selalu membayar pajak mobil. Untuk itu, Ony sering menjual mobil bekas lebih murah dari harga beli agar tidak lama mendekam di diler.
Menurutnya, harga mobil bekas di kisaran Rp 250 juta. Namun mayoritas pelanggan yang datang mencari mobil dengan harga di bawah Rp 100 juta. Sebab masyarakat masih menimbang pengeluaran untuk barang mewah di tengah ekonomi yang melemah.
Penjualan yang stagnan untuk mobil bekas juga dirasakan Arafa Mobil di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kedungkandang. Pihaknya dalam sebulan hanya bisa menjual 1-3 mobil saja. Padahal biasanya penjualan di atas itu.
”Untungnya kami bermain di market mobil bekas yang low kilometers, jadi marketnya sedikit kuat dan bisa bertahan,” ujar Muhammad Abror, Karyawan Arafa Mobil. Unit yang dipajang di dilernya cukup beragam. Mulai dari merek Toyota, Honda, Daihatsu. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo