MALANG KOTA-RADAR MALANG - Sepekan lagi, para pelajar akan memasuki masa libur sekolah. Momentum tersebut turut diharapkan bisa mengerek okupansi perhotelan. Pihak perhotelan di Kota Malang membidik okupansi 80 persen selama masa libur sekolah kali ini.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basuki mengatakan, rata-rata okupansi atau tingkat keterisian hotel sekarang antara 60-70 persen. ”Harapan kami dalam libur sekolah kali ini bisa menjadi 80 persen,” katanya.
Menurut Agoes, okupansi hotel berpotensi meningkat selama libur sekolah. Hal itu karena Kota Malang memiliki destinasi wisata yang edukatif dan bersejarah. Salah satunya adalah Kajoetangan Heritage.
Kemudian, Kota Malang juga kerap menjadi tempat transit wisatawan. Terutama bagi wisatawan yang hendak berwisata ke Kota Batu atau Kabupaten Malang. ”Hotel di Kota Malang ini masih relatif bervariasi. Demikian pula dengan kuliner sehingga kerap menjadi tujuan wisatawan,” imbuh Agoes.
Adanya hotel-hotel di Kota Malang pun turut memberikan dampak terhadap sektor lain. Misalnya, transportasi. Karena khawatir macet, terkadang wisatawan membawa kendaraan pribadi untuk menginap di Kota Malang. Namun, mereka berkeliling menggunakan ojek online hingga transportasi publik.
Untuk menjaga okupansi hotel, Agoes sudah mengimbau kepada 78 hotel yang merupakan anggota PHRI agar bersiap. Persiapan yang dilakukan bisa dengan menyediakan paket-paket wisata, akomodasi, hingga diskon.
Selain mengandalkan kunjungan keluarga atau para pelajar yang sedang libur, sektor perhotelan juga menunggu kegiatan-kegiatan yang digelar di Kota Malang. Mulai konser, kesenian, olahraga, hingga kegiatan yang bersifat edukatif. ”Konser sendiri juga membantu meningkatkan okupansi. Karena hotel-hotel yang dekat lokasi konser ikut terkena dampaknya,” pungkas lelaki yang juga General Affair The Shalimar Boutique Hotel tersebut. (mel/gp)
Editor : Galih R Prasetyo