Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fenomena Bediding Landa Malang Raya, BMKG Sebut Puncaknya Terjadi Juli 2026

Aqila Sahira Dewi • Jumat, 3 Juli 2026 | 09:45 WIB
Foto Ilustrasi Suhu dingin (Sumber : Pinterest)
Foto Ilustrasi Suhu dingin (Sumber : Pinterest)

MALANG, RADAR MALANG – suhu dingin yang menyelimuti Malang saat musim kemarau bukanlah hal baru. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena ini dengan istilah bediding dan berdasarkan prediksi terbaru, puncaknya akan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026.

Linda Fitrotul selaku Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur di Malang menjelaskan bahwa bediding sebenarnya bukan cuaca ekstrem, melainkan siklus musiman yang rutin terjadi setiap tahun. Penyebab utamanya adalah angin monsun timuran dari arah tenggara yang membawa udara kering dan dingin sehingga membuat suhu udara pagi dan malam hari terasa lebih rendah dari biasanya.

 Menurut BMKG, suhu minimum pada pagi hari tercatat mencapai 15 derajat Celsius. Kondisi ini diperkirakan masih akan bertahan dari Juli hingga Agustus 2026 sebelum akhirnya suhu kembali naik secara bertahap pada bulan-bulan setelahnya.

Rata-rata wilayah Malang berada di ketinggian 400 hingga 600 mdpl, yang kian menambah nuansa sejuk tersebut. Kondisi ini bahkan terasa lebih ekstrem di Kota Batu, yang memiliki elevasi lebih tinggi, yakni mencapai antara 700 dan 1.700 mdpl. 

Untuk menghadapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan terutama bagi anak-anak, lansia dan orang-orang yang beraktivitas di luar ruangan saat malam hingga pagi hari. Dalam hal ini, penting untuk menjaga imunitas agar tidak jatuh sakit selama periode  berlangsung.

Editor : Aditya Novrian
#bediding malang #suhu dingin Malang #BMKG #cuaca dingin