Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hari Pertama, 300 Model Anak Meriahkan Event Malang Fashion Runaway 2026

Nabila Amelia • Minggu, 12 Juli 2026 | 09:22 WIB
HARI PERTAMA: Desainer Migi Rihasalay dari brand Kinikita menampilkan 10 koleksi busana daily wear di catwalk Malang Fashion Runaway, kemarin.
HARI PERTAMA: Desainer Migi Rihasalay dari brand Kinikita menampilkan 10 koleksi busana daily wear di catwalk Malang Fashion Runaway, kemarin.

MALANG KOTA, RADAR MALANG- Malang Fashion Runaway (MFR) kembali digelar untuk yang ketujuh kalinya di Malang Town Square (Matos) mulai kemarin (11/7). Event fashion tahunan itu tidak hanya dimeriahkan model-model dewasa. Ada juga 300 model anak-anak yang ikut memeriahkannya, kemarin.

Koleksi anak-anak yang ditampilkan beragam. Mulai dari busana-busana untuk pesta hingga baju yang bisa digunakan sehari-hari (daily wear).

 

Foto bawah, desainer Ronie Parero dari brand Ronie Parero Kids tak ketinggalan menggandeng beberapa model anak untuk menampilkan koleksi-koleksinya. (Nabila Amelia/Radar Malang)
Foto bawah, desainer Ronie Parero dari brand Ronie Parero Kids tak ketinggalan menggandeng beberapa model anak untuk menampilkan koleksi-koleksinya. (Nabila Amelia/Radar Malang)

Konsep busana yang dihadirkan juga beragam. Ada yang memadukan cheongsam (pakaian tradisional Tionghoa) dengan konsep modern. Ada juga yang mengusung konsep busana santai yang menggunakan warna pastel seperti hijau dan kuning, hingga denim. 

Salah satunya yakni koleksi milik Migi Rihasalay. Perempuan yang merupakan desainer dari brand Kinikita itu menampilkan 10 jenis busana daily wear. Busana yang ditampilkan juga tidak hanya untuk anak-anak perempuan, ada juga yang untuk anak laki-laki.

Dalam karyanya, Migi memilih busana dengan konsep warna baju hijau muda dan kuning muda. Busana yang ditampilkan juga menonjolkan motif clover atau daun keberuntungan. Ada busana yang berupa kemeja hingga dress santai.

Baca Juga: Di Rooftop Matos, 58 Desainer Ramaikan Malang Fashion Runaway Tahun Ketujuh

Untuk busana anak laki-laki dipadukan bersama topi. Sementara busana anak perempuan bisa dipadukan dengan bandana. ”Busana yang saya buat ini bisa digunakan untuk acara-acara santai,” ungkap alumnus ESMOD tersebut.

Migi melanjutkan, itu kali pertama dirinya tampil di ajang Malang Fashion Runaway. Sebelumnya dia menyaksikan event MFR saat dirinya masih menempuh pendidikan di ESMOD. ”Jadi saya senang sekali mendapat kesempatan untuk bisa menampilkan karya. Saya datang dari Jakarta ke Malang,” kata dia.

Mall Director MATOS Fifi Trisjanti mengapresiasi antusiasme masyarakat yang menyaksikan Malang Fashion Runaway tahun ini. Demikian pula mengetahui desainer-desainer yang berpartisipasi. Dia menyebut antusiasme model juga tinggi. Terutama model anak-anak.

 Baca Juga: Wired Earphones Jadi Fashion Statement Baru Gen Z

”Kebanyakan desainer yang berpartisipasi adalah pemula. Mereka bangga bisa diajak tampil di ajang fashion berkelas seperti ini,” kata Fifi. Tidak hanya berkelas, lanjut Fifi, Malang Fashion Runaway juga memberi kesempatan bagi para desainer untuk mengeksplorasi dunia fashion.

Terutama di tengah kondisi ekonomi yang sedang lesu. Menurut Fifi, desain yang diciptakan, baik desain untuk anak-anak maupun dewasa terlihat fresh dan anggun. ”Bahkan setahu saya ada karya-karya yang sudah go international untuk busana anak-anak,” pungkasnya. Hari ini (12/7) event MFR bakal berlanjut. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#Fashion Runaway #ESMOD #Matos #event Malang