MALANG KOTA, RADAR MALANG - Angka Harapan Hidup (AHH) di Kota Malang terus meningkat setiap tahun. Menurut data terakhir tahun 2025, rata-rata umur warga Kota Malang mencapai 75,88 tahun. Angka tersebut meningkat dibanding tahun 2024 lalu, yang berada di kisaran 75,54 tahun.
AHH Kota Malang itu lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Jawa Timur, yakni 75,36 tahun. Perbandingan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim itu diungkap dalam Peringatan HUT Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) ke-64 di Kantor Dinas Sosial, Jalan Raya Sulfat, kemarin (22/7).
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menuturkan, ada beberapa faktor yang membuat AHH terus meningkat. Pertama, pelayanan kesehatan dinilai berhasil. Sehingga angka kematian akibat penyakit bisa ditekan.
Kemudian interaksi sosial para lanjut usia (lansia) juga berkembang di Kota Malang. Wahyu mengatakan, itu didukung oleh perkumpulan atau organisasi seperti PWRI Kota Malang.
”Ketika sering berkumpul dan bertukar cerita, lansia akan tetap produktif. Itu juga memengaruhi kesehatan mereka,” tutur Wahyu.
Dia menambahkan, kualitas lingkungan juga memengaruhi AHH. Untuk itu perlu sanitasi yang baik dan lingkungan sehat agar lansia bisa tetap beraktivitas secara normal.
”Hal yang lebih penting jika warga merasakan hidup senang dan bahagia. Itu juga salah satu faktor tingginya harapan hidup,” tambah Wahyu.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa PWRI juga memiliki peran penting dalam berjalannya Pemkot Malang. Menurut Wahyu, dengan pengalaman pensiunan ASN, bisa memberikan saran dan masukan kepada pegawai yang masih bertugas.
”Pensiunan ini telah memiliki banyak pengalaman sebelum kami. Sehingga pasti ada masukan hingga kritik yang bisa diberikan ke Pemkot Malang,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PWRI Kota Malang Wasto menuturkan, salah satu peran organisasinya yaitu menjaga lansia tetap aktif dan eksis. Dia menegaskan, pada usia senja, anggotanya tetap memiliki interaksi sosial. Untuk mencegah penurunan kesehatan hingga mencegah kepikunan.
”Kami rutin mengadakan pertemuan atau healing (liburan). Interaksi sosial ini merupakan sumbangsih organisasi kami meningkat angka harapan hidup,” jelasnya.
Mantan Sekda Kota Malang itu menyampaikan, dengan terjaganya interaksi sosial, mental lansia bisa stabil.
Stabilitas mental itu sangat memengaruhi tingkat kesehatan golongan tersebut. ”Istilahnya meskipun kami sudah tua, jangan sampai merepotkan keluarga atau pemerintah. Karena ketika sakit itu termasuk merepotkan,” pungkas Wasto. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra